Luhut sebut Presiden Jokowi sedang cari Kepala Badan Otorita Ibu Kota baru

id Luhut binsar pandjaitan, badan otorita ibu kota baru, konsep ibu kota baru, ibu kota baru, transportasi di ibu kota baru

Luhut sebut Presiden Jokowi sedang cari Kepala Badan Otorita Ibu Kota baru

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (ANTARA/HO Kemenko Kemaritiman dan Investasi)

Badan otorita ini setingkat menteri dan saya kira segera ada UU-nya. Nanti Presiden dengan menyiapkan siapa menteri di Badan Otorita. Sedang difinalisasi
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo sedang menyiapkan sosok Kepala Badan Otorita Ibu Kota baru.

"Badan otorita ini setingkat menteri dan saya kira segera ada UU-nya. Nanti Presiden dengan menyiapkan siapa menteri di Badan Otorita. Sedang difinalisasi," katanya dalam Dialog Indonesia: Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara di Jakarta, Rabu.

Ada tiga klaster di ibu kota baru nanti, yakni klaster pemerintah, klaster perumahan, dan perkantoran serta klaster infrastruktur/fasilitas publik dan ICT.

Di klaster pemerintah, pendanaan, kepemilikan tanah dan aset menjadi kewenangan pemerintah Indonesia.

Sementara itu di klaster perumahan dan perkantoran serta klaster infrastruktur/fasilitas publik dan ICT, pendanaannya dapat dikerjasamakan dengan swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dalam hal ini, pemerintah dapat menjual/memberikan konsesi lahan kepada swasta sehingga pengelolaan aset dapat dilakukan swasta.

Luhut menjelaskan bangunan pemerintah akan dibiayai sepenuhnya oleh APBN.

"Sementara itu entertainment, education, resort, health, fianncial center, di ibu kota baru ini kami kasih private sector. Private sector yang mau masuk sini macam-macam, banyak sekali yang berminat masuk di sini," pungkasnya.

Baca juga: Draf RUU Ibu Kota baru akan disampaikan ke DPR setelah masa reses
Baca juga: Pemerintah buka lebar pintu bagi investor untuk masuk ke ibu kota baru
Baca juga: Peneliti: Warga di ibu kota negara baru harus melek teknologi