Tanda kulit mengalami eksfoliasi yang berlebihan

id eksfoliasi kulit, pengelupasan kulit,exfoliating,perawatan kulit

Tanda kulit mengalami eksfoliasi yang berlebihan

Ilustrasi seorang wanita saat melakukan perawatan kulit ANTARA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Sel kulit mati yang tidak dibersihkan dengan benar, tidak hanya akan membuat kulit menjadi kusam namun juga bisa menimbulkan jerawat.

Oleh sebab itu pengelupasan sel kulit mati atau eksfoliasi perlu dilakukan untuk membantu mengangkat sel kulit mati sehingga dapat membantu kulit melakukan regenerasi.

Di beberapa negara eksfoliasi tidak hanya dilakukan pada kulit wajah, namun juga dapat dilakukan pada kulit tubuh atau di Indonesia dikenal dengan sebutan lulur.

"Pengelupasan, baik secara kimiawi atau bukan, adalah bagian penting dari rutinitas perawatan kulit karena membantu mempertahankan cahaya lembap yang terhidrasi, meratakan warna dan tekstur kulit, dan dapat membuka serta membersihkan pori-pori,” jelas ahli dermatologi bersertifikat di New York City Shari Marchbein seperti dilansir dari Allure pada Selasa.

Kondisi kulit yang lembab dan bersih dapat membuat semua produk dan bahan perawatan kulit lainnya menyerap lebih baik, tambah Marchbein.

Namun, eksfoliasi berlebihan justru dapat merusak lapisan pelindung kulit dan tidak jarang menyebabkan timbulnya jerawat yang meradang.

Ahli dermatologi bersertifikat dari kota New York, Amerika Serikat, Joshua Zeichner menyebutkan bahwa eksfoliasi berlebihan dapat menyebabkan retakan kecil pada lapisan teratas kulit yang menyebabkan hilangnya kelembapan alami kulit sehingga menimbulkan iritasi.

Lantas bagaimana cara untuk mengetahui apakah eksfoliasi yang dilakukan berlebihan atau sudah tepat?

Pertama, waspadai bila timbul kemerahan pada kulit yang disertai rasa gatal. Bila itu yang terjadi, bisa jadi Anda telah melakukkan eksfoliasi secara berlebihan.

"Bila Anda merasa sensansi perih ketika membasuh wajah atau ketika mengoleskan produk perawatan kulit, bisa jadi itu akibat dari eksfoliasi berlebihan," ujar ahli dematologi dari Connecticut, Amerika Serikart, Mona Gohara.

Melanie Palm, dokter kulit bersertifikat di San Diego turut menjelaskan bahwa efek jangka pendek dari eksfoliasi berlebihan adalah timbulnya kemerahan, gatal, nyeri, dan bercak seperti eksim.

"Pada pasien yang sangat sensitif, terlalu banyak pengelupasan kulit bahkan dapat menyebabkan pembuluh darah di bawah permukaan kulit menjadi rusak," tambah Palm.

Kondisi ini menjadi semakin parah ketika tidak segera dibeli pelembab dengan baik. Eksfoliasi yang berlebihan juga mengharuskan Anda tabir surya baik pada wajah maupun badan, karena sinar UV dapat memperparah kondisi kulit yang teriritasi akibat eksfoliasi berlebihan.

"Karena kulit membutuhkan bahan penghalang untuk melindungi dan memperhitungkan sensitivitas yang meningkat yang disebabkan oleh eksfoliasi," kata Marchbein.
 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar