Sulteng terima bantuan pengembangan perikanan Rp5,8 miliar (vidio)

id dpr,roem kono,udang

Kepala Badan Karantina Ikan KKP, Rina (kiri) menyerahkan bantuan benih ikan kepada petambak ikan nila Kabupaten Sigi di Palu, Selasa (20/2) (Antaranews Sulteng/nANANG)

Mereka ini yang harus mendapat perhatian serius pemerintah untuk mensejahterakan mereka
Palu (Antaranews Sulteng) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menerima bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) senilai Rp5,8 miliar dalam bentuk peralatan, benih dan program untuk pengembangan sektor perikanan budidaya. 


Bantuan tersebut diserahkan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP, Rina, kepada Kepala Dinas KP Sulteng Hasanuddin Atjo pada acara peluncuran teknologi budidaya udang supra intensif skala kecil di Balai Benih Perikanan Sulteng di Kelurahan Mamboro, Palu, Selasa.


Bantuan-bantuan tersbeut kemudian diserahkan kepada para petani dan petambak di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi oleh anggota Komisi IV DPR RI yang sedang berkunjung ke Sulteng.


Bantuan tersebut berupa empat buah excavator penggali tambak, dua paket kegiatan program pengelolaan irigasi tambak partisipatif (PITAP), puluhan ekor induk ikan nila, ribuan ekor benih ikan nila dan udang vaname, berikut pakan ikan dan udang serta asuransi untuk budidaya seluas 50 hektare.


Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono sebelum menyerahkan bantuan excavator kepada petani di Parigi Moutong sempat menanyakan dimana excavator dimaksud.


"Apa barangnya benar-benar sudah ada?," tanya Roem Kono kepada penjabat Dinas KP Kabupaten Parigi Moutong yang dijawab; 'sudah ada di Parigi.'


Roem Kono kemudian meminta kepada perwakilan petambak dari Parigi agar sekembalinya ke Parigi, excavator tersebut difoto dan dikirim gambarnya kepadanya.


Politisi Partai Golkar itu menegaskan bahkan fokus DPR RI dalam membangun sektor Kelautan dan Perikanan adalah kesejahteraan nelayan.


"Kita ini suka sekali kalau makan ikan dan udang yang enak, tetapi apakah kita tahu bahwa petambak dan nelayan kita sudah baik kesejahteraannya," ujarnya.


Menurut dia, petambak dan nelayan merupakan pejuang bangsa yang menyediakan sumber makanan serta protein bagi banyak orang.


"Mereka ini yang harus mendapat perhatian serius pemerintah untuk mensejahterakan mereka. Bukan hanya memberikan alat produksi dan benih, tetapi juga perumahan yang layak bagi nelayan perlu terus dibangun," ujarnya.


Terkait hasil rekayasa konstruksi teknologi budidaya udang supra intensif skala kecil yang diluncurkan saat itu, Kadis KP Sulteng Hasanudin Atjo berharap dukungan anggota Komisi I DPR RI agar teknologi ini bisa dikembangkan secara massal ke seluruh Indonesia. 



"Apa yang kami ini diyakini mampu memberi sumbangan nyata kepada pengentasan kemiskinan, percepatan pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan ketahanan pangan. Kami berharap dengan teknologi ini, kami bisa membangun Indonesia dari Sulawesi Tengah," ujarnya.







Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar