Gubernur: pengembangan kebun sawit harus prioritaskan rakyat

id guberur,sawit,sulteng

Gubernur Suteng Longki Djanggola memberikan sambutan pada sosialisasi peremajaan kebun kelapa sawit milik rakyat di Palu, Jumat (21/9) (Antaranews Sulteng/Humas Pemprov Sulteng)

Palu (Antaranews Sulteng) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengingatkan para bupati  agar dalam mengeluarkan kebijakan pengembangan kelapa sawit ke depan, betul-betul memprioritaskan dan memaksimal pengembangan kebun plasma atau kebun milik rakyat baik dalam penanaman baru maupun peremajaan.

"Saya menghimbau kepada kepala-kepala daerah yang berdasarkan kewenangannya dan di wilayahnya memiliki perusahaan kelapa sawit, kiranya lebih memaksimalkan perannya dalam memprioritaskan pembangunan kebun plasma," katanya pada sosialisasi peremajaan kebun kelapa sawit di Palu, Jumat.

Menurut gubernur, kontribusi komoditi kelapa sawit terhadap PDRB Sulteng cukup signifikan karena mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan ini semua sangat sejalan dengan visi dan misi pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Dikatakannya, luas tanam kelapa sawit di Sulteng saat ini diperkirakan hampir 150.000 hektare, dan dari luasan itu terdapat kebun petani atau yang lebih dikenal dengan kebun plasma seluas 75.000-an hektare.

Gubernur mengingatkan bahwa tanaman kelapa sawit pertama masuk di Sulawesi Tengah, dikembangkan dengan pola perkebunan inti rakyat transmigrasi (PIR-Trans) oleh PT. Tamaco dan PT. Perkebunan Nusantara XIV di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara yang pada waktu itu masih menyatu dalam Kabupaten Poso.

Terkait peremajaan kebuh kelapa sawit, gubernur menegaskan bahwa hal ini memiliki dasar hukum yang sangat jelas agar lahan-lahan perkebunan tetap produktif, utamanya kebun plasma, melalui pengembangan sumber daya manusia dan bantuan sarana dan prasarana.

Gubernur minta agar peremajaan kelapa sawit rakyat benar-benar dilaksanakan sesuai prosedur. Jangan ada penyalahgunaan didalam pelaksanaannya seperti pungli. Rakyat Sulawesi Tengah, wabil khusus pekebun sawit harus mendapatkan berkah dari program ini sehingga," ujarnya.

Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian menargetkan peremajaan kebun sawit plasma di Sulteng seluas 6.500 hektare secara gratis karena anggaran peremajaannya bersumber dari APBN. (Humas Pemprov Sulteng)
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar