Wamen BUMN: BUMN butuh pengurus yang berjiwa bersih

id Wamen BUMN,Pengurus BUMN,Berjiwa bersih

Wamen BUMN: BUMN butuh pengurus yang berjiwa bersih

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin (tengah) saat menghadiri acara Rumah Mentor Indonesia di Jakarta m, Kamis (12/3/2020). ANTARA/Aji Cakti

Kita membutuhkan pengurus BUMN yang baik dan bagus. Bagi saya rumusnya mudah, kalau saya bisa dapat pengurus yang baik, tugas saya ringan tapi jika sebaliknya maka tugas saya berat
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Budi Gunadi Sadikin menilai bahwa pengurus BUMN yang baik dan berjiwa bersih sangat dibutuhkan untuk membantu memudahkan pengelolaan ratusan perusahaan pelat merah.

"Kita membutuhkan pengurus BUMN yang baik dan bagus. Bagi saya rumusnya mudah, kalau saya bisa dapat pengurus yang baik, tugas saya ringan tapi jika sebaliknya maka tugas saya berat," ujar Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis.

Budi Gunadi mengatakan bahwa saat ini dirinya memegang Kementerian BUMN, membantu Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengelola 142 BUMN.

"Pemimpin yang baik bukan hanya kemampuan fisik dan akal, tapi juga kemampuan hati serta yang terpenting jiwanya bersih," katanya.

Menurut Wamen BUMN tersebut, penghasilan menjadi pegawai dan pengurus di BUMN mencukupi.

"Sepeser pun saya tidak pernah menerima yang aneh-aneh. Bisa diintip Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara atau LHKPN saya," tegas Budi Gunadi Sadikin.

Wamen BUMN tersebut menilai jika 142 BUMN ini bisa dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa yang berjiwa bersih, bisa menjadi BUMN yang berkelas di kancah ekonomi global.

Dalam kata sambutannya tersebut di acara Rumah Mentor Indonesia, Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin mengajak para hadirin untuk membuka hati dan keberaniannya, mencintai Indonesia dan membantu Kementerian BUMN.

"Mudah-mudahan ajakan ini bisa direspons, terutama oleh alumni universitas Stanford, Harvard, serta kampus-kampus terbaik dunia lainnya. Coba pikirkan dengan jelas ada saatnya mesti kembali berbakti untuk negeri. Ada saatnya kita tidak hanya menghitung investasi duniawi, namun juga mesti mulai menghitung investasi surgawi," kata Budi Gunadi Sadikin.
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar