Tiongkok dominasi investasi di Sulteng

id Pasigala,Sulteng,Sandi,Antara

Tiongkok dominasi investasi di Sulteng

Kepala DPMPTSP Sulteng Christina Shandra Tobondo memaparkan realisasi investasi Sulteng triwulan II 2020 dalam Web- Seminar (Webinar) bertajuk "Menatap Pelemahan Ekonomi Dampak COVID-19 di Sulteng" yang diadakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng di Kota Palu, Selasa (11/8/2020). (ANTARA/Muhammad Arsyandi)

Palu (ANTARA) - Tiongkok menjadi negara yang mendominasi investasi di sejumlah sektor di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulteng, capaian realisasi investasi triwulan II 2020 negara Tirai Bambu itu di Sulteng mencapai Rp3,96 triliun. Menurun dibanding triwulan II 2019 senilai Rp4,53 triliun.

"Atau 61,48 persen dari total capaian realisasi investasi triwulan II 2020 di Sulteng. Berikutnya Singapura Rp1,53 triliun atau 23,69 persen, Hongkong Rp894,57 miliar," kata Kepala DPMPTSP Sulteng Christina Shandra Tobondo dalam Web- Seminar (Webinar) bertajuk "Menatap Pelemahan Ekonomi Dampak COVID-19 di Sulteng" yang diadakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng di Palu, Selasa.

Berikutnya Inggris dengan nilai investasi di Sulteng pada triwulan II 2020 Rp30,76 miliar atau 0,48 persen, India Rp17,51 miliar atau 0,27 persen dan Jepang Rp10,59 miliar atau 0,16 persen.

"Berdasarkan sektor usahanya, capaian realisasi investasi di Sulteng paling banyak pada sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp5,24 triliun atau 59,9 persen," ujarnya.

Kemudian, lanjut Shandra, sektor listrik, gas dan air Rp1,80 triliun atau 20,6 persen. Adapun capaian investasi pada sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan senilai Rp743,75 miliar atau 8,5 persen.

"Transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp407,71 miliar atau 4,7 persen, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp217,09 miliar atau 2,5 persen, industri makanan Rp147,96 miliar atau 1,7 persen, pertambangan Rp121,59 miliar atau 1,4 persen dan sektor lainnya Rp72,01 miliar atau 0,8 persen," terangnya.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi Sulteng menargetkan realisasi investasi Sulteng pada tahun 2020 senilai Rp24,20 triliun.

Dari target tersebut, hingga periode Januari-Juni capaian realisasi investasi dari hasil penambahan nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp14,88 triliun.









 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar