Ekspor komoditas pertanian Sulteng ke sejumlah negara senilai Rp9,6 miliar

id ekspor sulteng,pertanian sulteng,barantan palu

Ekspor komoditas pertanian Sulteng ke sejumlah negara senilai Rp9,6 miliar

Badan Karantina Pertanian (Barantan) Palu bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas 1.284 ton komoditas pertanian dengan nilai 9,6 miliyar ke sejumlah negara, Sabtu 14/08. ANTARA/HO/

Kota Palu (ANTARA) - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) Palu bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas 1.284 ton komoditas pertanian dengan nilai Rp9,6 miliar.

Ekspor komoditas pertanian ini merupakan kabar positif bagi perekonomian daerah serta sebagai langkah strategis dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional, di tengah tantangan Pandemi COVID-19.

Selain itu, kegiatan pelepasan ekspor ini merupakan dukungan dalam rangkaian merdeka ekspor yang digalakkan oleh Kementerian Pertanian melalui Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang serentak dilepas secara resmi di 17 pintu pengeluaran langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Komoditas pertanian yang akan di lepas dari 17 provinsi ini total senilai Rp7,29 triliun dengan tujuan 61 negara.

Amril, Kepala Karantina Pertanian Palu mengatakan, ekspor yang dilepas hari ini merupakan komoditas yang tercatat di sistem IQFAST Barantan periode tanggal 1 hingga 13 agustus 2021.

Beberapa komoditas Pertanian yang yakni serabut kelapa, kelapa bulat, coconut water concentrate, coconut oil, dessicated coconut, pala biji, dan lada biji dengan tujuan negara Tiongkok, Vietnam, Srilanka, dan Amerika Serikat.

"Komoditas yang di ekspor ini merupakan yang terdata melalui tiga wilayah di Sulawesi Tengah yakni Palu (pelabuhan Pantoloan), Ampana (Kabupaten Tojounauna), dan Luwuk (Kabupaten Banggai)," ujar Amril

Amril berharap, nantinya tak hanya tiga wilayah tersebut yang melakukan ekspor, tetapi kesemua wilayah di Sulteng juga bisa melakukan ekspor.

"Sehingga ini berdampak positif mengingat dengan potensi daerah yang luar biasa. Pasar ekspor juga sudah terbuka lebar dan sebagai wujud nyata sebagai otoritas karantina, kami pastikan seluruh produk pertanian yang di ekspor telah memenuhi persyaratan internasional tentang sanitari dan fitosanitari," katanya.

Dengan inovasi digital Kementan yakni I-MACE (Indonesian Map of Agricultural Exports) yang dengan sangat mudah bisa diakses melalui android dan juga terus menggalakkan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (GRATIEKS)", imbuh Amril.

"Saat ini pun sudah dengan mudah mengetahui potensi dan pasar ekspor,"terangnya

Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura yang turut hadir menyaksikan pelepasan ekspor oleh presiden RI, Joko Widodo secara virtual mengungkapkan,  Pemrov akan terus memberikan perhatian khususnya pada sektor pertanian yang di masa pandemi saat ini tidak terlalu berdampak signifikan namun memberikan sumbangsih bagi ekonomi daerah khususnya Sulteng.

"Adanya komoditas pertanian dari Sulteng yang sudah rutin di ekspor tentunya ini sangat baik sehingga ini bagian juga etalase di pasar mancanegara bahwa komoditas pertanian Sulteng bisa berdaya saing," ujar Rusdy.
Pewarta :
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2021