Guru harus sabar mengajar di kampung laut

id guru

Ilustrasi-Guru (antaranews)

Cilacap, (antarasulteng.com) - Seorang guru yang bertugas di Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, harus sabar dalam menghadapi anak didik, kata Kepala Sekolah Menengah Negeri Kampung Laut Aris Subekti.

"Sebenarnya hampir sama dengan daerah lain. Hanya saja, mungkin karena kultur di Kampung Laut beda dengan di daratan," katanya saat dihubungi dari Cilacap, Jumat.

Oleh karena itu, kata dia, guru harus benar-benar mendidik anak-anak didik dengan baik karena dari sisi sosial kemasyarakatannya maupun kemampuannya masih jauh dari anak-anak yang ada di daratan.

"Jadi, kita harus betul-betul sabar membimbing mereka," kata Aris yang bertugas di Kampung Laut sejak Februari 2014.

Dia mengaku tidak menyangka mendapat tugas di Kampung Laut yang jauh dari tempat tinggalnya di kota Cilacap karena berada di kawasan Segara Anakan sehingga setiap hari paling lambat harus berangkat pukul 06.00 WIB dengan menumpang perahu.

Dengan kondisi tersebut, pria berusia 51 tahun itu harus menyesuaikan diri agar kesehatan tetap terjaga.

"Awalnya memang kaget namun lama-lama menjadi terbiasa," ujarnya.

Terkait dengan sikap anak didik terhadap guru, dia mengatakan secara sepintas terlihat tidak hormat namun sebenarnya mereka tetap menghormati gurunya.

Menurut dia, hal itu terlihat tutur bahasanya karena anak-anak Kampung Laut tidak bisa berbahasa Jawa halus sehingga pembicaraan antara guru dan siswa lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia.

"Apalagi jika mereka merupakan anak-anak pendatang dari Jawa Barat akan lebih sulit berkomunikasi kalau menggunakan bahasa Jawa," katanya.

Selain itu, kata dia, kepedulian dan tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya juga masih rendah, baik dalam pendampingan terhadap anak saat belajar maupun dukungan terhadap biaya pendidikan.

Dia mengakui biaya operasional sekolah terbatas sehingga bantuan untuk pengembangan sarana fisik dibutuhkan.

"Sarana secara umum masih kurang, laboratorium komputer tidak punya, komputernya terbatas, paling satu-dua unit yang bisa dipakai anak-anak. Internet sudah terpasang tetapi kapasitasnya sangat kecil sehingga sulit untuk digunakan," katanya.

Pihaknya sudah mengajukan permohonan ke Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) agar kapasitas internet di SMAN Kampung Laut dapat ditingkatkan demi kelancaran proses belajar mengajar.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya keinginan untuk pindah ke daerah di daratan, Aris mengatakan keinginan itu tetap ada namun tidak ditarget kapan harus bisa pindah dari Kampung Laut.

"Saya memang tidak pernah menyangka jika harus bertugas di Kampung Laut. Namun saya tetap berusaha menikmatinya," kata pria asli Cilacap itu.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar