Satgas Pangan Tolitoli Periksa Gudang Bulog

id bulog

Seorang Satgas Pangan dari Polres Tolitoli (kiri) sedang mendata stok beras di gudang Bulog. Foto Anas Masa

Tolitoli, Sulteng,  (antarasulteng.com) - Tim Satuan Tugas (sidah inpeksi mendadak (sidak) ke gudang beras milik Sub Divisi Regional Bulog di daerah itu.

Kepala Sub Divre Perum Bulog Kabupaten Tolitoli, Yusri Pakke, Kamis membenarkan tim Satgas Pangan telah melakukan kunjungan ke gudang Bulog.

Kunjungan tersebut, kata dia rutin dilakukan Satgas Pangan dalam rangka untuk melihat dan mendapatkan data akurat mengenai ketersediaan pangan, khususnya beras di gudang Bulog.

Tim Satgas Pangan di Kabupaten Tolitoli, kata dia, telah terbentuk sebelum Lebaran 2017.

Menurut dia, kehadiran Satgas Pangan sangat membantu pemerintah di daerah itu, termasuk Bulog dan juga tim pengendali inflansi daeraj (TPID) dalam rangka mengawasai dan mengendalikan harga komoditi pangan dan kebutuhan masyarakat lainnya di pasaran setempat.

Masyarakat juga bisa melapor kepada Satgas Pangan jika ada oknum distributor atau pedagang serta pelaku usaha lainnya yang melakukan tindakan tak terpuji seperti menimbun stok barang atau bahan kebutuhan pokok.

"Silahkan melaporkan jika mengetahui ada pelaku usaha nakal yang menimbun stok ataupun tidak melaporkan dana usaha perusahaanya kepada Satgas Pangan," kata Yusri.

Mantan Kepala Sub Divre Bulog Kabupaten Poso itu juga mengatakan ketersediaan sejumlah komoditi pangan seperti beras, gula pasir, bawang, minyak goreng, daging dan kebutuhan lainnya di pasaran setempat hingga kini mencukupi kebutuhan.

Begitu halnya, harga bahan kebutuhan pokok di daerah itu cukup stabil.

Misalkan harga beras berkisar Rp8.000 s/d Rp10.000/kg, daging sapi Rp90.000/kg, minyak goreng Rp11.000/liter, gula pasir Rp12.500/kg dan telur ayam Rp1.000/butir.

Bulog bersama TPID di Tolitoli, katanya terus mengawasi perkembangan harga dan stok komoditi pangan dan kebutuhan lainya di pasaran agar stabil dan terkendali dengan aman. (skd) 
Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar