Kebun raya Sigi berfungsi untuk pariwisata

id kebun raya

Ilustrasi

..pembangunan kebun raya yang berfungsi terhadap pelestarian, penyeimbang dan ekologi
Palu,  (Antaranews Sulteng) - Anggota Komisi VII Bidang Energi Sumber Daya Mineral DPR RI Ahmad M Ali menyatakan bahwa pembangunan kebun raya Sigi untuk pariwisata sekaligus juga akan berfungsi sebagai peningkatan kualitas ekologis untuk keseimbangan lingkungan.

"Perlu ada keseimbangan lingkungan dalam pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Salah satunya yaitu pembangunan kebun raya yang berfungsi terhadap pelestarian, penyeimbang dan ekologi," katany saat dihubungi melalui telepon genggam dari Palu, Selasa.

Ahmad Ali menguraikan Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah potensial, memiliki banyak satwa dan tumbuhan endemik, hutan yang masih asri dan danau serta sungai.

Namun di sisi lain, sebut dia, belum ada wadah atau rencana pembangunan untuk pelestarian lingkungan ekologis, seperti kebun raya yang dapat menampung satwa-satwa dan tumbuhan endemik potensial dimiliki daerah tersebut.

Parahnya, aku dia, banyak terjadi perambahan yang berdampak lingkungan pada sektor pertambangan.

"Daerah kita banyak tambang. Ini otomaris berdampak terhadap kualitas lingkungan serta terhadap flora dan fauna endemik. Karena itu perlu ada kebun raya untuk penyeimbang," ujarnya.

Bendahara Umum DPP Partai Nasdem ini menegaskan bahwa dirinya akan mengawal pembangunan kebun raya di Sigi hingga selesai.

Pemkab Sigi dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menandatangani nota kesepahaman pada Jumat, 20 April 2018 untuk pembangunan kebun raya tersebut.

Kurang lebih 100 hektare lahan disediakan oleh Pemkab Sigi untuk pembangunan kebun raya. Tim dari LIPI akan segera melakukan survey lokasi pembangunan," kata Ahmad Ali.

Kabupaten Sigi dengan kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dan Danau Tambing ditetapkan sebagai saah satu dari tiga destinasi wisata unggulan Sulawesi Tengah seteah Taman Laut Kepulauan Togean serta kawasan wisata budaya megalitikum di dataran Lore dan Bada kabupaten Poso. 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar