Petani rumput laut di Parigi Moutong terkendala pemodalan

id rumput,laut,petani,parigi

Panen rumput laut (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)

Parigi, (Antaranews Sulteng) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyebut petani rumput laut di daerah itu sulit mengembangkan usahanya, karena terkendala permodalan, sehingga pengiriman bahan baku ke perusahaan sebagai mitra mereka terhambat.

"Stok bahan baku cukup, hanya saja modal mereka sangat terbatas. pengiriman rumput laut minimal satu kontainer seminggu, ongkos pengiriman ini yang tidak mampu mereka talangi," kata pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Parimo, Wawan Yulianto di Parigi, Selasa.

Wawan menjelaskan, pasar rumut laut daerah tersebut berada di Kota Surabaya, Jawa Timur, dimana salah satu perusahaan di daerah itu, telah lama membangun kerjasama dengan para petani Parigi Moutong.

Ia mengatakan, para petani mengharapkan ada pihak lain ikut membantu memodali pengiriman bahan baku ke Surabaya, sebab mereka tidak mampu membayar ongkos pengiriman.

"Setelah bahan baku dikirim, baru proses pembayaran ke petani, kondisi ini yang sulit mereka lakukan," ungkap Wawan.

Sentra ruput laut berada di wilayah utara Parigi Moutong, untuk pembiayaan awal petani harus mengeluarkan modal kurang lebih Rp300 juta, dimana keuntungan kerjasama antara perusahaan bisa mencpai Rp600 juta.  

Wawan memaparkan, pemerintah setempat sudah menyediakan gudang untuk peyimpanan bahan baku, dilengkapi dengan mesin pencacah, namun kondisi itu macet, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan target yang ditentukan perusahaan.

Harga jual rumput laut, jika masih dalam kondisi basah dijual seharga Rp5.000/kilogram, namun setelah dilakukan proses pengeringan harganya melonjak hingga Rp60.000/kilogram.

"Sesungguhnya potensi rumput laut cukup besar, namun hal itu tidak ditopang dengan ketersediaan modal yang cukup," ujar Wawan. 
Pewarta :
Editor : Fauzi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar