Tim Kemendag tinjau pusat perbelanjaan di Palu

id palu, gempa, kemendag,pasar

Pedagang menggelar dagangan di jalan dewi sartika Palu pasca gempa (Foto Antara/Anas Masa)

Palu,  (Antaranews Sulteng) - Sejumlah pejabat eselon I dan II dari Kementerian Perdagangan, selama dua hari berada di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah dan mengunjungi sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Akbar, salah seorang kepala seksi di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Selasa, mengatakan hari ini tim Kemendag bersama sejumlah pejabat instansi terkait mengunjungi pasar walayan dan pasar tradisional di Kabupaten Donggala.

Kabupaten Donggala berbatasan langsung dengan Kota Palu dan termasuk daerah di Sulteng terdampak cukup parah gempa bumi dan tsunami.

Ia menjelaskan kedatangan tim Kemendag ke Kota Palu dalam rangka menjaga stabilitas harga berbagai kebutuhan pokok pascagempa dan tsunami.

Selama berada di Kota Palu, tim juga hadir dalam rapat koordinasi antara Tim Terpadu Pengendalian Inflansi Daerah (TPID) yang diikuti para pelaku usaha mikro di Kota Palu.

Dalam pertemuan tersebut, para pelaku usaha mengatakan persediaan beberapa jenis kebutuhan pokok seperti gula pasir, beras, bawang, dan minyak goreng cukup memadai.

Namun mereka tetap meminta kenyamanan dan keamanan berusaha selama masa pemulihan ekonomi pascabencana.

Sementara Markus Duma dari Biro Ekonomi Pemprov Sulteng membenarkan kedatangan tim dari Kemendag selain menghadiri rapat koordinasi, juga meninjau beberapa pusat perbelanjaan tradisional maupun modern di Palu dan Kabupaten Donggala.

Markus mengatakan berdasarkan hasil pantauan TPID, harga berbagai kebutuhan pokok di pasaran terkendali dengan baik. Misalkan harga gula pasir tetap Rp13.000/kg, beras medium di bawah harga eceran pemerintah (HET). Begitu pula halnya beras premium. Harga beras medium paling tinggi Rp9.300/kg dan premium Rp12.500/kg.

Bawang merah Rp20.000/kg dan bawang putih Rp25.000/kg. Minyak goreng Rp13.000/kg.

Kondisi pasar baik tradisional maupun modern di Kota Palu dari hari ke hari semakin menggeliat. Jumlah pedagang yang berjualan terus bertambah. Tidak ada lagi tempat dagangan yang kosong.

Rata-rata meja dagangan yang sebelumnya kosong di tinggal pergi para pedagang, kini sudah penuh dengan berbagai dagangan. Seperti yang terlihat di Pasar Tradisional Masomba Palu, semakin padat pedagang berjualan.Begitu halnya dengan warga yang datang berbelanja semakin tambah ramai, sebab semua kebutuhan yang diperlukan sudah kembali dijual di pasar itu.
 
Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar