Mourinho singgung perbedaan jadwal tanding

id Jose Mourinho

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, selalu punya alasan ketika timnya menelan kekalahan. (Reuters/Darren)

Saya pikir semua orang harus setuju satu tim pergi ke Juventus dan bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia. Bermain 94 menit hingga melampui batas, bukan saja fisik tapi mental

Jakarta (Antaranews Sulteng) - Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, selalu punya alasan ketika timnya menelan kekalahan.

Kali ini, ketika takluk 1-3 dari Manchester City dalam Derby Manchester untuk laga pekan ke-12 Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Senin dini hari WIB, Mourinho menyinggung soal perbedaan jadwal tanding.

Mourinho merujuk pada jadwal tengah pekan, saat baik United maupun City, melakoni laga penyisihan grup Liga Champions. Tengah pekan lalu United melawat ke markas Juventus sementara City menjamu Shakhtar Donetsk.

"Saya tidak akan menggunakannya sebagai alasan, itu bukan saya," ujar Mourinho pendek mengawali sebagaimana dilansir laman resmi United.

"Saya pikir semua orang harus setuju satu tim pergi ke Juventus dan bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia. Bermain 94 menit hingga melampui batas, bukan saja fisik tapi mental," katanya lagi.

"Sementara satu tim lain mengalahkan Shakhtar Donetsk di kandang sendiri, menikmati permainan dan sepenuhnya relaks," ujarnya menambahkan.

Dalam kekalahan melawan City, United tampil sebagai tim yang sangat inferior sebagaimana terlihat dalam catatan statistik pertandingan.

Tim besutan pelatih yang melabeli diri sebagai The Special One itu hanya memiliki 35 persen penguasaan bola, melepaskan enam percobaan tembakan dan membutuhkan hadiah tendangan penalti untuk mencetak satu-satunya gol balasan.

"Saya tidak ingin mengatakan City bukan tim yang baik, saya cuma mau bilang bahwa kami tiba dalam situasi yang berbeda," pungkasnya.

Hasil itu, membuat United melorot ke urutan kedelapan klasemen dengan raihan 20 poin menyongsong jeda liga selama dua pekan untuk laga-laga internasional.

Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar