Korban bencana Sulteng dapat bantuan sepeda motor 'pagandeng' ikan (vidio)

id DKP Sulteng,sepeda motor

Ketua Bappeda Sulteng Hasanuddin Atjo (kiri) dan Kadis KP Sulteng Moh Arief Latjuba (kedua kanan) bersama penerima bantuan sepeda motor pengecer ikan segar di Palu, Kamis (25/7) (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)

Arief Latjuba: manfaatkan bantuan ini sesuai dengan tujuannya, jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan lain.
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyerahkan bantuan lima buah sepeda motor berikut peralatan penyimpanan ikan segar (rantai dingin) kepada para korban bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu dan kabupaten Sigi.

Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola, MSi yang diwakili Ketua Bappeda Dr Ir H Hasanuddin Atjo, MP dengan didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Moh. Arief Latjuba, SE,M.Si menyerahkan bantuan tersebut ditandai penandatanganan berita acara serah terima di halaman Kantor Dinas KP Sulteng di Palu, Kamis.

Salah seorang korban bencana likuefaksi dari Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi, Nengah Sidie, mengaku beruntung mendapatkan bantuan ini karena akan bisa menjual ikan kembali setelah beberapa bulan tidak bisa bekerja karena sepeda motornya terkubur likuefaksi.

"Dulu saya bisa mendapat keuntungan dari menjual ikan sampai Rp200.000/hari," ujarnya.

Sedangkan seorang rekannya dari Kampung Lere, Kota Palu, mengaku saat ini masih menjual ikan segar secara berkeliling namun hanya menggunakan sepeda karena sepeda motornya rusak berat akibat gempa bumi.

"Alamdulillah, ini rejeki dari Allah. Semoga bapak gubernur dan kepala dinas perikanan diberi berkah oleh Allah SWT. Motor ini akan sangat membantu saya dan keluarga meningkatkan pendapatan," ujarnya.
Ketua Bappeda Sulteng Hasanuddin Atjo (ketiga kanan) dan Kadis KP Sulteng Moh Arief Latjuba (kedua kanan) menyaksikan penandatanganan berita acara penyerahan bantuan sepeda motor 'pagandeng' ikan segar di Palu, Kamis (25/7) (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)

Gubernur Sulteng yang diwakili Ketua Bappeda Hasanuddin Atjo mengatakan bahwa pemberian bantuan ini memiliki tiga tujuan utama yakni pertama meningkatkan kesejahteraan para korban bencana alam yang sebelumnya menjual ikan segar secara berkeliling namun usaha itu terhenti akibat musibah 28 September 2018.

Tujuan kedua adalah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Sulteng yang masih rendah hanya 53 kg/orang/tahun karena dengan kendaraan ini, ikan segar bisa didistribusikan sampai ke pelosok desa di sekitar Kabupaten Sigi, Donggala dan Kota Palu. Sedangkan tujuan ketiga adalah memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat karena akan lebih banyak mengkonsumsi ikan.

Sementara Kepala Dinas KP Sulteng Arief Latjuba mengatakan bahwa dengan menggunakan sepeda motor 'pagandeng' (pengecer) ini, maka ikan yang dijual akan terjamin lebih segar saat tiba pada pembeli.

"Para pedagang eceran ikan segar ini juga bisa membeli langsung dari nelayan tangan pertama sehingga harga ikan akan lebih murah dan segar karena mata rantai perdagangan diperpendek," ujarnya.

Arief minta kepada penerima bantuan agar memanfaatkan sepeda motor pengecer ikan segar ini dimanfaatkan sesuai dengan tujuannya, jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan lain.

Sepeda motor bantuan Pemprov Sulteng ini adalah jenis News Vega CW dilengkapi sarana rantai dingin berupa marina cooler dua unit dan gandengan dudukan satu unit.
 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar