666 calon prajurit TNI AD asal Sulteng siap bersaing seleksi tahap dua.

id 666, calon, tni

666 calon prajurit TNI AD asal Sulteng siap bersaing seleksi tahap dua.

Ratusan calon Prajurit Tamtama TNI AD asal Sulawesi Tengah, Korem 132/Tadulako, yang siap bersaing dalam seleksi tahap dua tingkat pusat di Kodam XIII/Merdeka.(ANTARA/HO-Penrem)

Sebanyak 666 orang calon Prajurit TNI AD terpilih seleksi mengikuti tes tahap dua tingkat pusat setelah sebelumnya mengikuti seleksi tahap satu dalam sidang pemilihan Cata TNI AD tahun 2019
Palu (ANTARA) - Sebanyak 666 calon Prajurit Tamtama TNI AD asal Sulawesi Tengah, Korem 132/Tadulako, siap bersaing dalam seleksi tahap dua tingkat pusat di Kodam XIII/Merdeka.

"Sebanyak 666 orang calon Prajurit TNI AD terpilih seleksi mengikuti tes tahap dua tingkat pusat setelah sebelumnya mengikuti seleksi tahap satu dalam sidang pemilihan Cata TNI AD tahun 2019," kata Kapenrem 132/Tadulako, Kapten Inf. Ahmad Jayadi, di Palu, Senin.

Kapten Jayadi mengatakan, kali ini panitia daerah menerima sebanyak 815 orang putra daerah yang mendaftar dan mengikuti tes pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan jasmani, postur, tes mental ideologi sejak (28/10)  hingga (11/11) dan hanya 666 orang yang bisa mengikuti seleksi selanjutnya.

"Mereka yang 666 para calon tersebut yang telah lolos seleksi secara ketat, transparan, obyektif dan tidak ada unsur KKN, untuk menghasilkan Prajurit TNI yang berkualitas dan menjadi tulang punggung TNI AD di masa yang akan datang," katanya.

Sebelumnya kata mantan Danramil Ampana Kota ini, Korem 132/Tadulako melaksanakan parade atau pantuhir tahap satu yang dipimpin langsung oleh Danrem 132/Tdl Kolonel Inf Agus Sasmita, bertempat di Aula Manggala Sakti Makorem, Jumat, Sabtu dan Senin, hasilnya diumumkan. 

"Nanti di sana, mereka bersama seluruh peserta calon yang telah mengikuti seleksi yang sama pada tahap satu dari masing-masing daerah, nanti bila lulus seleksi, akan langsung mengikuti pendidikan Cata TNI AD tahun 2019  di Rindam XIII/Merdeka," jelasnya.***
 
Pewarta :
Editor : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar