Brasilia (antarasulteng.com) - Brazil mengatakan pihaknya sedang berunding dengan Havana untuk menyewa dan memboyong sekitar 6.000 dokter Kuba guna bekerja di negara Amerika Selatan itu.

"Brasil mencari kemungkinan mengambil sejumlah dokter Kuba melalui pembicaraan yang melibatkan Organisasi Kesehatan Pan-Amerika," kata Menteri Luar Negeri Brazil Antonio Patriota setelah bertemu dengan timpalannya dari Kuba Bruno Rodriguez.

Ia mengatakan, diperkirakan 6.000 profesional kesehatan Kuba akan dikerahkan di daerah-daerah di mana ada kekurangan fasilitas medis.

Brazil, ekonomi terbesar ketujuh di dunia yang menikmati warganya hampir bekerja penuh meskipun pertumbuhan ekonomi lamban, telah menghadapi kekurangan tenaga kerja terampil, terutama insinyur dan dokter.

Kunjungan menteri luar negeri Kuba ini bertepatan dengan kunjungan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian Brazil Fernando Pimentel ke Kuba.

Brasil merupakan mitra dagang keenam Kuba dan pemasok makanan pertama. Pihaknya juga penerima terbesar kedua obat dan vaksin Kuba, menurut Havana.

Perdagangan bilateral mencapai rekor 662 juta dolar AS tahun lalu, naik enam persen dibanding tahun sebelumnya.

Investasi Brasil di Kuba juga juga naik, dengan Brasilia menyediakan dua pertiga dari pembiayaan untuk pembangunan pelabuhan besar Mariel dan proyek industri yang terletak di 50 kilometer (30 mil) dari Havana.

"Penyesuaian kembali perekonomian Kuba merupakan kesempatan bagi kerja sama, bagi pertukaran ekonomi dan sektor swasta Brasil," kata Rodriguez.

"Brasil berkomitmen untuk memodernisasi infrastruktur di Kuba," kata Patriota, yang menunjuk Brazil untuk pembiayaan modernisasi bandara Kuba.