Sofware Wisudawan Terbaik STMIK Adhi Guna Dipakai Di BPS

id stmik

Wisudawan terbaik masing-masing Prodi SI dan TI oleh Jessica Setiawan dan Rahmat Saputra, saat menerima penghargaan dari STMIK Adhi Guna (ist)

Ini jerih payah kalian yang tidak ringan, belajar dengan tekun, disiplin dan saatnya kalian memetik hasilnya.
Palu,  (antarasulteng.com) – Jessika Setiawan, salah seorang wisudawan terbaik Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Adhi Guna Angkatan XV tahun 2016, pekan lalu, mengatakan hasil penelitiannya telah digunakan oleh BPS Provinsi Sulawesi Tengah.

“Aplikasi yang saya buat sudah diimplementasikan di kantor BPS Sulteng," katanya di Palu, Minggu.
Jessika Setiawan sendiri merupakan putri pasangan Titus Setiawan dan Patrisia Rapie. Sebagai salah satu syarat kelulusannya, anak pertama dari tiga bersaudara itu melakukan penelitian di BPS Provinsi Sulteng dengan judul “Sistem Informasi Cuti pada BPS Provinsi Sulawesi Tengah”.

Dua wisudawan terbaik STIMIK Adhi Guna, yakni Jessika Setiawan dari Program Studi Sistem Informasi dan Rahmat Saputra dari Program Studi Teknik Informatika.
 
Dari 126 wisudawan, Jessika Setiawan mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yakni 3,89 dengan predikat sangat memuaskan. Jessika menempuh masa studi tepat 4 tahun. Sementara Rahmat Saputra memperoleh IPK 3,69 dengan predikat sangat memuaskan dan masa studi lebih cepat, yakni 3,11 tahun.

Sejak masuk ke STMIK Adhi Guna, dia sudah menargetkan bisa lulus tepat waktu. Tapi untuk IPK yang diraihnya, hal itu tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

 “Karena memepertahankan IP untuk stabil saja sangat susah,” kata Jessika.

Lanjut dia, tidak ada yang istimewa dengan cara belajarnya. Yang terpenting menurutnya, selalu memperhatikan dosen ketika mengajar, mempelajari materi secara berulang. Jika ada materi yang tidak dimengerti, maka dia langsung mendiskusikannya dengan teman dan dosen.

Pada kegiatan pra wisuda Jessika juga diminta mewakili seluruh alumni angkatannya untuk menyampaikan suka dan duka selama mengenyam pendidikan di kampus.  

Wisudawan terbaik lainnya, Rahmat Saputra adalah anak kelima dari lima bersaudara. Dia melanjutkan studi ke STMIK Adhi Guna setelah tamat SMA Negeri 4 Palu. Pria yang dikenal supel dalam bergaul itu mengaku bangga bisa menamatkan kuliah di STMIK Adhi Guna dengan prestasi yang membanggakan.

Dalam menyelesaikan studi, anak dari pasangan Irham Zaenong dan Hatidja Lakatu itu mengambil judul skripsi “Perbandingan Algoritma Klasifikasi Data Mining untuk Penjurusan Siswa SMK Alkhairaat Palu”

Dia mengaku tertarik meneliti di SMK Alkhairaat karena selama ini dalam penentuan jurusan, masih sering terjadi kesalahan. Dimana saat masuk, siswa ditempatkan pada jurusan yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Olehnya kata dia, dengan menggunakan data mining, penentuan jurusan dapat dilakukan secara objektif.

Sementara Ketua STMIK Adhi Guna, Mus Aidah memberikan apresiasi kepada wisudawan terbaik di masing-masing program studi.

“Ini jerih payah kalian yang tidak ringan, belajar dengan tekun, disiplin dan saatnya kalian memetik hasilnya. 

Bagi wisudawan program sarjana yang meraih prestasi terbaik akan mendapatkan penghargaan dari STMIK Adhi Guna,” katanya.

Dia juga mengingatkan kepada wisudawan agar tidak berbangga diri, karena IPK tinggi belum bisa menjamin cepat mendapatkan pekerjaan, diperlukan komunikasi yang baik, jujur dan integritas pribadi.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar