Rektor Untad: APK Mahasiswa Baru 11,2 Persen -

id untad

Muhammad Basir (untad.ac.id)

Palu,  (antarasulteng.com) - Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu Prof Dr Muhammad Basir menyatakan angka partisipasi kasar (APK) mahasiswa yang berumur 17 hingga 23 tahun, saat ini masih berada pada angka 11,2 persen.

"Jumlah itu yang masih memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi," kata Rektor saat membuka kegiatan kuliah umum di auditorium Untad Palu, Kamis.

Kuliah umum itu menghadirkan tiga narasumber utama yakni Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah Sampe Tuah. Komandan Korem 132 Tadulako, Kolonel Infanteri M. Saleh Mustafa dan Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Rudy Sufahriadi diwakili Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) AKBP Mat Paransa.

Di hadapan narasumber dan ribuan mahasiswa yang hadir itu, Rektor mengatakan jumlah mahasiswa baru yang diterima Untad tahun akademik 2017 sebanyak 9.968 orang.

"Jumlah ini adalah tersebesar sepanjang sejarah Untad," ungkap Rektor.

Menurut Prof Basir, sebagai mahasiswa saat ini, sepatutnya bersyukur, karena masih banyak generasi muda di Sulteng, dengan usia yang sama, dapat menginjakan kaki dan mengenyam pendidikan pendidikan tinggi, dengan status mahasiswa.

Olehnya, rektor berharap pada mahasiswa yang hadir agar dapat mengambil ilmu dan informasi yang positif, karena kegiatan yang dilakukan saat ini, sangat langka bagi mahasiswa.

"Insya Allah, kalian menjadi pioner kebajikan untuk masa depan bangsa. Kami berharap agar kalian sebagai anak-anak kami, akan meneruskan perjuangan dan cita-cita di negeri tercinta ini. Dengan mendapat bekal ilmu, untuk membawa diri, keluarga dan bangsa ini, menjadi lebih baik di masa yang akan datang," tutup Rektor.

Tiga orang anggota Forkopinda itu masing-masing menyampaikan materi yakni Kajati Sulteng dengan materi peran mahasiswa Untad sebagai agen perubahan. Kemudian Danrem memberikan materi peran mahasiswa dalam menghadapi ancaman bangsa dan Kapolda dengan materi peran mahasiswa dalam mendukung kinerja Polda. (skd) 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar