Trump tuduh Korut siksa mahasiswa AS Otto Warmbier

id trump

Mahasiswa Amerika Serikat Otto Warmbier menangis di ruang sidang di sebuah lokasi tak disebutkan di Korea Utara, dalam foto yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) di Pyongyang, Rabu (16/3/16). Mahkamah Agung Korea Utara menhukum Warmbier, mahasiswa Universitas Virginia berusia 21 tahun,

Washington (antarasulteng.com)  - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (26/9) menuduh Korea Utara (Korut) menyiksa mahasiswa AS yang ditahan di sana, mengatakan bahwa pemuda itu "disiksa di luar batas".

Otto Warmbier (22) meninggal pada Juni beberapa hari setelah dipulangkan dalam kondisi koma secara misterius, menyusul penahanan lebih dari setahun di penjara Korea Utara.

Trump sebelumnya menyalahkan rezim brutal Pyongyang atas penderitaan Warmbier, namun itu pertama kalinya sang presiden secara publik menuduh Korea Utara melakukan penyiksaan dalam kasus tersebut.

Para pejabat AS mengatakan Trump secara pribadi terkejut dengan kematian Warmbier dan komentarnya pada Selasa menambah tekanan terhadap rezim Kim Jong-Un.

Warmbier terbukti bersalah atas pelanggaran terhadap negara karena mencoba mencuri poster propaganda dari sebuah hotel Pyongyang dan dijatuhi hukuman kerja paksa 15 tahun.

"Otto disiksa di luar batas oleh Korea Utara," ujar Trump di Twitter.

Pesannya diunggah menyusul penyiaran wawancara dengan orangtua Warmbier.

"Mereka menculik Otto, mereka menyiksanya, mereka sengaja melukainya. Mereka bukan korban, mereka teroris," kata Fred Warmbier ayah Otto pada Selasa dalam acara "Fox and Friends", demikian AFP. (skd)

Penerjemah: Ida Nurcahyani


Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar