Diam-diam AS minta Israel menahan diri soal Yerusalem

id jerusalem

Kaum Yahudi mengambil bagian dalam pemberkatan pendeta dalam liburan Yahudi Sukkot di Tembok Barat, lokasi ibadah suci Yudaisme, di Kota Tua Jerusalem, Minggu (8/10/2017). Trump menyebut Jerusalem ibu kota Israel yang mengeruhkan proses perdamaian di Timur Tengah. (REUTERS/Amir Cohen)

Washington (antaranews.com) - Amerika Serikat meminta Israel untuk menahan diri dalam menanggapi pengakuan pemerintah Donald Trump bahwa Yerusalem ibu kota negaranya karena Washington memperkirakan itu akan menjadi bumerang.

Tidak hanya itu AS juga memperkirakan adanya ancaman serangan kepada segala fasilitas dan warga AS di seluruh dunia.

Fakta baru tersingkap dari dokumen Departemen Luar Negeri AS yang diketahui kantor berita Reuters.

"Meskipun saya akui Anda akan menyambut gembira kabar ini, saya meminta Ana menahan diri mengeluarkan respon resmi Anda," demikian bunyi dokumen bertanggal 6 Desember antara para pejabat kedubes AS di Tel Aviv dengan para pejabat Israel.

"Kami memperkirakan ada perlawanan terhadap kabar ini di Timur Tengah dan di seluruh dunia. Kami masih menaksir dampak dari keputusan ini terhadap fasilitas dan warga AS di luar negeri," bunyi dokumen itu lagi. (skd)

Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar