Sulteng kirimkan atlet di olimpiade penyandang disabilitas

id cacat

Special Olimpics Indonesia (SOIna) (soina.id)

Peserta cabang olahraga juga didampingi pelatih sebanyak 8 orang, tenaga medis 1 orang, dan ofisial 2 orang
Palu,  (Antaranews Sulteng) - Provinsi Sulawesi Tengah mengirimkan sebanyak 11 atlet dalam kompetisi penyandang disabilitas se-Indonesia atau Special Olimpics Indonesia (SOIna) di Pekanbaru, Provinsi Riau, 19-23 Juli 2018.

Panitia pelaksana SOIna Sulteng Alimuddin saat pelepasan kontingen, di Palu, Senin, mengatakan kontingen Sulteng akan mengikuti lima cabang olahraga dengan 11 atlet.

Kelima cabang itu adalah atletik dengan 4 atlet, bulu tangkis dengan 2 atlet, tenis meja dengan 2 atlet, renang dengan 1 atlet, serta bocce dengan 2 atlet.?

"Peserta cabang olahraga juga didampingi pelatih sebanyak 8 orang, tenaga medis 1 orang, dan ofisial 2 orang," kata Alimuddin.

Special Olympics adalah sebuah gerakan global didirikan oleh Eunice Kennedy Shriver pada tahun 1968 dan karena kekhususannya, telah diakui oleh International Olympics Committee (IOC) sebagai satu-satunya olimpiade olahraga khusus penyandang disabilitas intelektual di dunia.?

Sekitar 170 negara telah bergabung dalam gerakan Special Olympics. Indonesia yang mendapat akreditasi dari pemerintah Indonesia dan Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi warga disabilitas intelektual di Indonesia. Indonesia bergabung menjadi anggota ke-79 pada 9 Agustus 1989.

Sementara itu, Gubenur Sulteng Longki Djanggola yang diwakili asisten gubernur Mulyono mengatakan upaya peningkatan mutu sumber daya manusia, tidaklah berfokus pada aspek akademik saja, akan tetapi juga perlu diimbangi dengan aspek-aspek non akademik.?

Bahkan hal tersebut bukan hanya berlaku bagi mereka yang fisiknya sempurna, tapi juga diperlukan bagi mereka yang diberi keunikan sendiri dari yang maha kuasa.

Gubernur juga meminta kepada para peserta, agar bertanding dengan penuh semangat dan sportivitas untuk mengukir prestasi terbaik, tercepat, terkuat dan terindah.

Menjadi juara sudah barang tentu adalah impian kita semua, tapi memberikan penampilan terbaik dan menjalin pertemanan seluas-luasnya, itu jauh lebih penting dan jadi tujuan yang kita harapkan semua," jelas gubernur. 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar