Korban gempa kulawi butuh tikar dan selimut

id korban, gempa, tenda, selimut

pengungsi dapat bantuan tenda

Sigi, (Antaranews Sulteng) - Korban gempa bumi di kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, Pipikoro dan Lindu di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah masih sangat membutuhkan tikar dan selimut? karena belum berani tidur di dalam rumah, sebab gempa susulan masih saja terjadi dan warga takut.

"Kalau bantuan bahan makanan terbilang sudah cukup banyak. Yang dibutuhkan sekarang ini adalah tikar dan selimut," kata Melky, salah seorang warga di Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi kepada Antara, Jumat.

Ia mengatakan, hingga kini masih banyak warga yang tetap mengungsi di tenda-tenda.

Ada yang tinggal di tenda pengungsian yang dibangun di lapangan, juga di depan dan halaman rumahnya.

Warga tampak masih takut untuk tidur dalam rumah, sebab rata-rata bangunan retak dan khawatir jika ada gempa yang skala besar lagi bisa runtuh dan menimpa mereka.

"Wajar kalau mereka masih bertahan di tenda-tenda pengungsian," kata Melky.

Dia mengakui, rumahnya rusak parah dan harus dibangun kembali.

Karena itu, untuk sementara terpaksa rela bertahan di lokasi pengungsian, meski kondisi cukup memprihatikan, terutama saat hujan, airnya masuk dalam tenda.

Hal senada juga disampaikan Jein, salah seoranbg warga desa? Makuhi, Kecamatan Kulawi Selatan. Ia juga mengatakan masih membutuhkan tikar dan selimut karena tinggal sementara di tenda.

Kalau hujan dan malam hari sangat dingin.Karena itu yang dibutuhkan adalah tikar dan selimut.

Untuk kebutuhan sehari-hari,khususnya bahan makanan, rata-rata warga masih memiliki persediaan yang cukup, sebab bantuan dari berbagai pihak kepada korban bencana alam di wilayah itu terbilang cukup banyak.

"Kalau supermie boleh dibilang stoknya melimpah, Begitu pula beras," katanya.

Di Kecamatan Kulawi, Pipikoro, Lindu dan Kulawi Selatan banyak bangunan rumah yang rusak berat. Begitu pula gedung sekolah, Posyandu, Puskesmas dan sarana atau rumah ibadah, baik Gereja maupun Masjid.

Empat kecamatan di Kabupaten Sigi itu termasuk wilayah yang cukup parah terdampak bencana alam gempabumi berkekuatan 7,4 SR yang terjadi pada 28 September 2018.

 
Pewarta :
Editor : Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar