Raih laba Rp475 juta, Direksi Perusda Sulteng minta kenaikan gaji

id PERUSDA SULTENG,RUPS,GUBERNUR

Gubernur Sulteng Longki Djanggola (pegang mic) memimpin RUPS PT. Pembangunan Sulteng di ruang kerjanya, Jumat (4/1) (Antaranews Sulteng/Humas Pemprov Sulteng)

Gubernur: saya harap Perusda bisa menyetor keuntungan Rp500 juta ke kas daerah pada 2019
Palu (Antaranews Sulteng) - Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Pembangunan Sulteng di ruang kerjanya, Jumat (4/1), membahas dua agenda penting yaitu evaluasi kinerja perusda dan pemberhentian sementara Direktur Usaha dan Investasi.

Komisaris Utama PT Pembangunan Sulteng Muh.Hajir Hadde melaporkan bahwa selama 2018, perusda ini telah mengembangkan beberapa usaha di antaranya pembelian batu gajah, usaha batu bara serta pasir silikon tetapi karena kekurangan dana belum dapat melakukan banyak pengiriman walau permintaan sangat besar.

Namun dengan suntikan dana dari Pemda Tahun 2018, perusda sudah dapat melakukan pengiriman paling sedikit delapan kali untuk masing masing bisnis utama (core business) tersebut dengan rencana keuntungan sebesar Rp2,5 sampai Rp3 miliar. 

Komisaris Utama pada kesempatan itu juga meminta persetujuan gubernur selaku pemegang saham pengendali kiranya menyetujui kenaikan gaji Komisaris dan Direksi tetapi sumber dana pembayaran gaji itu bukan dari modal tetapi dari laba yang dihasilkan.

Menurut Hajir Hadde, pada Tahun 2018, Perusda mencatat laba Rp475 juta dan dari laba ini, pihaknya sudah menyetor keuntungan ke kas daerah sebesar Rp75 juta dari target Rp50 juta.

Gubernur Longki Djanggola mengapresiasi usaha yang telah dicapai oleh direksi dan komisaris PT.Pembangunan Sulteng dan karena itu ia dapat menyetujui permintaan kenaikan gaji tersebut.

"Saya mengapresiasi dan berterimakasih atas kinerja komsiaris dan direksi sehingga dapat mencapai target pengiriman untuk semua jenis komoditi dan kita dorong untuk lebih meningkat lagi di tahun 2019," katanya.

Gubernur meminta kepada segenap komisaris dan direksi untuk mengelola modal secara profesional, transparan, sesuai dengan tata kelola keuangan dan permintaan kenaikan gaji Komisaris dan Direksi dapat disetujui sepanjang pembayaran gaji bukan dari modal tetapi dari laba yang dihasilkan.
 
Foto bersama Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Komisaris serta DIreksi usai RUPS PT. Pembangunan Sulteng di ruang kerja gubernur di Palu, Jumat (4/1) (Antaranews Sulteng/Humas Pemprov Sulteng)

Gubernur juga berpesan agar tahun 2019, PT. Pembangunan Sulteng dapat memberikan pemasukan kepada daerah sampai Rp500 juta dari rencana laba Rp2,5 sampai Rp3 miliar.

Ia berpesan agar dalam menjalankan usaha supaya terus berhati-hati jangan sampai dikerjai, apalagi banyak mafia pada bidang usaha jasa tersebut. Sebaiknya ada asuransi, sebab jika terjadi sesuatu maka ada jaminan kedepan, apalagi daerah Sulteng banyak bencana.

"Jangan sampai lalai," katanya di depan peserta RUPS yang turut dihadiri seluruh komisaris dan direksi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng Bunga Elim Somba, Kepala BPKAD Sulteng, Karo Perekonomian serta Karo Hukum Setda Prov. Sulteng

Terkait pemberhentian Direktur Usaha dan Investasi, maka setelah mendengar hak jawab dari Yasin Mangun, gubernur dan pemegang saham lainnya dari KPN Beringin sepakat untuk mengangkat kembali Yasin Mangun sebagai salah seorang direksi.

Baca juga: PT.Pembangunan Sulteng gelar RUPS, Gubernur tekankan peningkatan kualitas SDM
Baca juga: Perusda Sulteng miliki pabrik baja ringan
Baca juga: Perusda Sulteng siap masuk bisnis pertambangan nikel
Baca juga: Perusda Sulteng Siap Realisasikan Pengiriman Jagung
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar