Jokowi terima Liliyana Natsir di Istana Merdeka

id butet

Presiden Joko Widodo menerima atlet bulutangkis yang baru "gantung raket" Liliyana Natsir di Istana Merdeka Jakarta, Selasa. Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyambut kedatangan Liliyana Natsir yang diantar Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di ruang depan Istana Merdeka pukul 09.40 WIB. (Joko Susilo)

Indonesia sangat kehilangan atas pensiunnya Liliyana Natsir. Bukan hanya Indonesia, tapi dunia juga akan kehilangan sosok Liliyana

Jakarta,  (Antaranews Sulteng) - Presiden Joko Widodo menerima atlet bulu tangkis yang baru "gantung raket" Liliyana Natsir di Istana Merdeka Jakarta, Selasa.

Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyambut kedatangan Liliyana Natsir yang diantar Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di ruang depan Istana Merdeka pukul 09.40 WIB.

Selanjutnya Presiden mengajak Liliyana yang akrab dipanggil "Butet" ini ke ruang utama Istana Merdeka bersama Pratikno dan Imam Nahrawi.

Sekitar 30 menit Presiden dan Liliyana berbincang dan selanjutnya memberi keterangan kepada wartawan yang menunggu di ruang depan Istana Merdeka.

"Indonesia sangat kehilangan atas pensiunnya Liliyana Natsir. Bukan hanya Indonesia, tapi dunia juga akan kehilangan sosok Liliyana," kata Jokowi.

Presiden mengatakan bahwa "Butet" telah menorehkan prestasi di berbagai pertandingan besar, di antaranya Olimpiade, kejuaraan dunia hingga turnamen besar lainnya.

Jokowi berharap prestasi "Butet" ini bisa menular ke pemain-pemain junior dan bisa berprestasi seperti Liliyana Natsir.

"Tadi saya sampaikan, sebentar lagi (Butet) jadi PNS, jadi ASN, agar bisa memotivasi dan muter ke beberapa daerah. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dilakukan agar bisa berprestasi," harap Presiden.

Liliyana Natsir yang ada disamping Presiden Jokowi menyatakan terima kasih telah diterima di Istana dan siap memberikan motivasi kepada generasi muda agar bisa berprestasi.

"Saya siap memberi motivasi agar generasi muda lebih berprestasi dan tradisi medali emas di Olimpiade tetap terus bisa dilakukan," kata Butet. 

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar