Sejumlah elemen deklarasi keamanan pascapemilu di Sulteng

id Sulteng,Deklarasi,Pasca ,Pemilu

Perwakilan berbagai elemen mahasiswa, partai politik kepolisan, TNI dan ASN se Sulteng membacakan deklarasi kebangsaan yang dipimpimpin Gubernur Sulteng Longki Djanggola di ruang polibu Kantir Gubernur Sulteng, Kota Palu, Senin petang (20/5). (Antaranews Sulteng/Muh. Arsyandi)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama kepolisian daerah, Komando Resort Militer (Korem) 132 Tadulako, tokoh agama, masyarakat organisasi kemahasiswaan dan perwakilan partai politik di Sulteng mendeklarasikan dukungan menjaga keamanan usai pelaksanaan pemilu serentak di Sulteng.

Pembacaan deklarasi yang dinamai Deklarasi Kebangsaan itu dipimpin oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan dihadiri Kapolda Sulteng Brigjen Pol Lukman Wahyi Hariyanto dan Danrem 132/Tadulako Kolonel Infantri Agus Sasmita di ruang polibu Kantor Gubernur Sulteng Senin petang.

"Berkomiten menjaga situasi aman dan kondusif di Sulteng dengan mengedepankan toleransi dan persamaan sebagai umat manusia yang bersaudara satu sama lain dan tidak mempertajam perbedaan yang bersifat kontraproduktif," katanya yang diikuti oleh perwakilan sejumlah elemen yang hadir.

Poin berikutnya lanjutnya, terus meneguhkan kesetiaan kepada pancasila , UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Kemudian menghormati hasil pleno perhitungan suara pemilu 2019 yang telah ditetapkan oleh KPU Sulteng.

"Mengimbau agar seluruh masyarakat Sulteng membangun kembali silaturahmi dan persamaan pasca pemungutan suara dan perhitungan di KPU Provinsi Sulteng," katanya saat membacakan poin deklarasi ke empat.

Poin ke lima, menolak semua bentuk ajakan maupun hasutan dari pihak manapun yang dapat mengganggu situasi yang kondusif di Sulteng.

"Delapan menolak dengan keras ajakan kepada masyarakat Sulteng untuk melakukan people power yang mengarah kepada inkonstitusional dan dapat mengarah timbulnya perpecahan antar sesama warga masyarakat dan dapat mengganggu stabilitas kamtibmas di Sulteng," tambahnya.
 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar