DKP Sulteng-STPL Palu latih masyarakat pesisir mengolah hasil perikanan

id DKP Sulteng,STPL Palu

DKP Sulteng-STPL Palu latih masyarakat pesisir mengolah hasil perikanan

Kadis KP Sulteng Hasanuddin Atjo (kanan) dan Ketua STPL Palu Monarni Gobel (baju merah) berbincang bersama usai menandatangani berita acara penyerahan bantuan alat-alat pengolahan hasil perikanan dan kelautan di Palu, Rabu (26/6) (Antaranews Sulteng/RM)

"Bila produk-produk itu diminati pasar, maka hasilnya tentu akan memberi keuntungan bagi pelaku usaha," ujarnya.

Palu (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPL) Palu menggelar pelatihan bagi masyarakat pesisir dalam pengolahan hasil perikanan dan kelautan guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita ingin menciptakan pelaku-pelaku usaha industri kelautan dan perikanan di pedesaan yang memiliki daya saing dan usahanya berkelanjutan," kata Kadis KP Sulteng Hasanuddin Atjo dalam pengarahannya pada pembukaan pelatihan produk olahan perikanan bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil se-Sulteng di Kampus STPL Palu, Rabu siang.

Pelatihan seperti ini sangat penting dikembangkan di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Sulteng karena memiiki potensi bahan baku yang banyak dan segar, yang bila diolah dengan baik akan menghasilkan produk-produk berkualitas dan memiliki daya saing di pasaran.

"Bila produk-produk itu diminati pasar, maka hasilnya tentu akan memberi keuntungan bagi pelaku usaha," ujarnya.

DKP Sulteng, katanya, akan terus melakukan pemetaan kawasan-kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang paling potensial untuk pengembangan industri olahan hasil perikanan dan kelautan di Sulteng dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

"Setelah mereka dilatih, selanjutnya perlu kontinuitas pendampingan supaya produk mereka berdayasaing dan usahanya berkelanjutan. Dengan demikian akan lahir pelaku-pelaku usaha industri yang berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: UMKM korban bencana Palu yang produksi bandeng bebas duri akan dapat bantuan
Baca juga: Sulteng-Sultra miliki perjanjian kerja sama nelayan andon


Ketua Panitia penyelenggaran Foni Helmince, S.Pi, M.Si dalam laporannya mengemukakan pelatihan ini diikuti 25 peserta yang semuanya perempuan, berasal dari Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Tolitoli, Kota Palu, Pulau Kabetan dan Pulau Pasoso.

"Kami tidak secara spesifik meminta peserta harus perempuan, namun kemungkinan pemeritantah daerah yang mengirim mereka menilai perempuan, khususnya ibu-ibu lebih fokus dan trampil untuk melaksanakan industri hilir pengolahan hasil perikanan seperti ini," ujarnya.

Keterampilan yang akan diajarkan kepada peserta antara lain cara membuat ikan bandeng tanpa duri, bakso ikan dan bahan makanan olahan dengan bahan baku ikan atau hasil laut lainnya.

Usai pembukaan pelatihan, Kadis KP Sulteng Dr Ir H Hasanuddin Atjo, MP dan Ketua STPL Palu Dr Ir Minarni Gobel menandatangai berita acara penyerahan bantuan alat-alat pengolahan hasil perikanan untuk menjadi alat praktikum mahasiswa STPL dalam mengembangkan pendidikan praktis industri pengolahan hasil perikanan dan kelautan.

Peralatan yang bernilai total sekitar Rp75 juta itu antara lain mesin pengeringan dan perlengkapannya serta mesin pembuatan bakso ikan serta peralatan pendukungnya.

Baca juga: DKP berdayakan 84 nelayan terdampak tsunami Donggala
Baca juga: Lulusan SMK kejuruan kelautan-perikanan punya masa depan cerah


 

Kadis KP Sulteng Hasanuddin Atjo (kedua kiri) didampingi Ketua STPL Palu Monarni Gobel (kanan) menyaksikan alat-alat pengolahan hasil perikanan dan kelautan di Kamus STPL Palu, Rabu (26/6) (Antaranews Sulteng/RM)

 

Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar