Gajah di Langkat Dirawat Orang Jerman

id gajah

(FOTO ANTARA/Anis Efizudin)

Dokter yang menangani kesehatan gajah di lokasi Tangkahan Langkat adalah dari NGO asing,".
Medan (antarasulteng.com)  -  Gajah yang dipelihara di lokasi wisata air Tangkahan Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, bukan hanya dirawat oleh "mahout" atau pelatih gajah,  tetapi juga tenaga dokter ahli hewan dari Jerman.
        
"Gajah di Tangkahan yang juga menjaga kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Langkat, rutin diperiksa dokter dari negara asing tersebut," kata salah seorang perawat gajah di Tangkahan, Budi (38) ketika dihubungi dari Medan, Rabu.
         
Pemeriksaan tersebut, menurut dia, untuk mengetahui perkembangan satwa langka, dan juga kesehatan binatang yang dilindungi pemerintah itu.
        
"Dokter yang menangani kesehatan gajah di lokasi  Tangkahan Langkat adalah dari NGO asing," kata Budi.
         
Dia mengatakan, saat ini jumlah gajah peliharaan di Tangkahan sebanyak 7 ekor gajah dewasa dan ditambah satu ekor anak gajah berusia 15 bulan yang kelihatan sedang berkembang.
         
Ketujuh gajah tersebut antara lain, Eva (46), Sari (42), Adana (40), Theo (28), Aulia (28), Yuni (23), Oliv (16) dan anak gajah bernama Ame (15 bulan).
         
"Ketujuh gajah itu tetap didampingi oleh pawang atau pelatih gajah yang sudah memiliki pengalaman dalam mengarahkan satwa tersebut setiap hari berpatroli di kawasan TNGL mengawasi pembalak liar," ujarnya.
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar