Daud Yordan Pun Harus Merangkak Dari Bawah

id daud yordan, tinju

Daud Yordan Pun Harus Merangkak Dari Bawah

Daud Yordan (FOTO ANTARA)

Ini semua dilakukan untuk penyesuaian diri di kelas yang baru.
Semarang (antarasulteng.com) - Mantan juara dunia IBO Daud Yordan harus merangkak dari bawah setelah memutuskan pindah kelas dari kelas bulu (57,1 kilogram) ke kelas ringan (61 kilogram).
        
Petinju dengan rekor bertarung 30 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah tersebut ketika dihubungi dari Semarang, Selasa, mengatakan, minimal satu atau dua kali dirinya harus bertarung dari bawah sebelum ke gelar dunia.
        
"Ini semua dilakukan untuk penyesuaian diri di kelas yang baru dan saya kira di dunia tinju hal tersebut sudah biasa dilakukan jika seorang petinju pindah kelas," kata petinju dari Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat tersebut.
       
Ia menambahkan, target dirinya terjun di kelas ringan adalah menjadi juara dunia lagi. "Kalau ini bisa terealisasi tentunya akan ada cerita lain bagi dirinya karena bisa menjadi juara dunia di dua kelas yang berbeda," katanya.
        
"Kalau Chris John memiliki cerita tidak terkalahkan dalam kurun waktu yang lama, kalau saya bisa menjadi juara dunia di kelas ringan tentu juga punya cerita sendiri karena mampu menjadi juara dunia dua kelas yang berbeda," katanya.
        
Daud Yordan mengakhiri kiprahnya di kelas bulu setelah kalah dari petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka di Jakarta, pertengahan April 2013 dan perpindahan kelas sudah dicanangkan jauh hari sebelum pertarungan itu karena berat badannya sudah tidak ideal bertarung di kelas bulu..
        
Dengan kekalahan tersebut ayah dari Miquel Angela Yordan Jr tersebut kehilangan gelar juara dunia kelas bulu IBO yang direbutnya saat menang KO ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012.
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar