Sulteng Bangun PPI Pagimana Dengan Konsep 'Ecoport'

id Pagimana, PPI

Sulteng Bangun PPI Pagimana Dengan Konsep 'Ecoport'

Kepala Dinas KP Sulteng DR Ir Hasanuddin Atjo,MP (kedua kiri) dan PPTK Pembangunan PPI Pagimana Ir. Johanis Riga, MSi (kedua kanan) berdialog dengan pengawas proyek tersebut di lokasi proyek, Selasa (7/10) (Antarasulteng.com/Rolex Malaha)

Pembangunan PPI Pagimana selama tiga tahun anggaran 2013-2015 akan menyerap biaya sekitar Rp27 miliar, kata Johanes Riga.
Luwuk, Sulteng (antarasulteng.com) - Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah sedang membangun Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pagimana, Kabupaten Banggai, dengan konsep pelabuhan berwawasan lingkungan (ecoport) sehingga PPI ini menarik untuk dikunjungi semua orang.

"Kami sedang menata PPI Pagimana agar tidak sekadar memenuhi tuntutan pelayanan kepada nelayan dan investor perikanan tetapi juga menarik untuk dikunjungi semua orang sebab lokasinya bersih, tertata rapi, hijau dan jauh dari kesan kumuh seperti saat ini," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Sulteng DR. Ir. Hasanuddin Atjo, MP di Luwuk, ibu kota Kabupaten Banggai, Rabu.

Kepala Dinas KP Hasanuddin Atjo yang didampingi sejumlah pejabat DKP Sulteng berada di Luwuk, sekitar 650 kilometer tenggara Sulawesi Tengah untuk melihat dari dekat progres fisik pembangunan pelabuhan tersebut serta meresmikan pabrik es balok berkapasitas 10 ton perhari yang dibangun dengan dana APBN 2013 senilai hampir Rp2 miliar.

"Kami akan upayakan agar PPI Pagimana bisa lebih baik dari PPI Donggala yang pada 2012 ditetapkan menjadi PPI terbersih di Indonesia dalam rangka Peringatan Puncak Hari Nusantara 2012 di NTB," ujar Hasanuddin yang didampingi Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan DKP Sulteng Ir. H. Agus Sudaryanto.

Menurut dia, PPI yang berwawasan lingkungan semakin penting untuk diterapkan agar seluruh komoditas perikanan memiliki daya saing lebih tinggi di pasar global yang dewasa ini semakin menuntut produk-produk perikanan yang dihasilkan melalui proses yang bersih lingkungan.

Karena itu, saat bertemu dengan puluhan nelayan di PPI Pagimana, Selasa (7/10), Hasanuddin meminta dukungan seluruh warga yang beraktivitas di pelabuhan serta tinggal di sekitarnya agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang limbah sembarangan.

Pejabat Penanggung Jawab Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan PPI Pagimana Ir. Johanis Riga, MSi mengemukakan pembangunan PPI terbesar ketiga di Sulteng setelah Ogotua dan Donggala ini akan berjalan selama tiga tahun anggaran dengan dana APBN sekitar Rp27 miliar.

Pada 2013 telah dibangun dermaga dan 'trestle' (jembatan penghubung) menggunakan dana sebesar Rp9,5 miliar dan 2014 ini dialokasikan lagi sebesar Rp9,5 miliar untuk penimbunan kawasan serta pembangunan jalan kompleks pelabuhan dan drainase, sementara pada 2015 telah diusulkan untuk pembangunan rumah dinas, gudang, tempat pelelangan, penerangan listrik dan fasilitas lain yang diperlukan dengan kebutuhan dana sekitar Rp7,5 miliar.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan DKP Sulteng Agus Sudaryanto mengatakan dari segi produksi perikanan, PPI Pagimana berada di peringkat kedua setelah PPI Donggala yang setiap tahun menghasilkan ribuan ton ikan pelagis kecil dan besar serta tuna yang sebagian besar diperdagangkan antarpulau ke Makassar dan Gorontalo serta diekspor melalui pelabuhan Luwuk dan Surabaya.

Menurut Agus, jumlah armada yang memanfaatkan jasa PPI ini cukup banyak meski ukuran kapalnya sebagian besar bertonase 3-5 gross ton karena ada sekitar 5.000-an nelayan yang tinggal di sekitar kawasan pelabuhan tersebut.

PPI yang bakal dilengkapi berbagai sarana dan fasilitas tersebut diharapkan menarik investor untuk membangun industri pengolahan di areal pelabuhan yang mencapai sekitar dua hektare itu dan diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah di masa mendatang. (R007/E005)

Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar