BMKG Imbau Nelayan Waspada Ombak Besar

id bmkg

BMKG Imbau Nelayan Waspada Ombak Besar

BMKG memantau cuaca (ANTARA)

Selain itu, curah hujan tinggi dan disertai angin kencang sehingga perlu diwaspadai
Palu,  (antarasulteng.com) - Badan Meteorlogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) minta para nelayan di Sulawesi Tengah untuk tetap waspada karena kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan cukup besar.

"Selain itu, curah hujan tinggi dan disertai angin kencang sehingga perlu diwaspadai," kata Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Kisron, Minggu.

Ia mengatakan beberapa wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng), termasuk perairan Teluk Tolo dan Tomini diguyur hujan deras, ombak hingga mencapai dua meter.

Dengan kondisi cuaca seperti itu, sangat beresiko besar untuk turun ke laut menangkap ikan.

Apalagi, katanya nelayan yang turun melaut selama ini kebanyakan menggunakan kapal-kapal berukuran kecil.

Nelayan sebaiknya tidak melakukan aktivitas menangkap ikan di perairan itu, karena resiko cukup tinggi.

"Saya imbau untuk sementara sebaiknya nelayan tidak melakukan kegiatan penangkapan ikan," katanya seraya menambahkan lebih baik menunggu sampai kondisi cuaca sudah kembali normal.

Hujan lebat mengguyur hampir menyeluruh di wilayah Sulteng, termasuk Palu dan Kabupaten Sigi.

Khusus Kota Palu pada hari ini berpotensi besar diguyur hujan lebat dari sore sampai malam hari.

Akibat banyaknya nelayan yang mengurangi aktivitas menangkap ikan di laut, harga ikan di pasar-pasar tradisional dan moderen di Palu bergerak naik cukup tajam.

Misalkan ikan lajang dan cakalang yang biasanya dijual Rp5.000,00 per ekor, kini naik menjadi Rp15.000,00/ekor.

Menurut para pedagang di Pasar Masomba kenaikan harga ikan dikarenakan musim ombak sehingga kebanyakan nelayan tidak melaut.

Jafar, seorang pedagang di pasar itu mengatakan yang tetap melaut saat ini hanya nelayan-nelayan yang menggunakan kapal berukuran sedang, tetapi mereka juga sangat berhati-hati sebab kondisi cuaca tidak mendukung.

Sementara nelayan yangmenggunakan kapal kecil memilih untuk tidak beraktivitas dan menunggu sampai kondisi cuaca normal baru kembali melaut.(skd) 
Pewarta :
Editor : Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar