Aktivitas di pusat perbelanjaan Palu semakin normal

id gempa.pasar

Pasar Induk Tradisional Masomba Palu kembali ramai pasca gempa dan tsunami (Anas Masa)

Palu, 20/10 (Antara) - Aktivitas perdagangan di beberapa pusat perbelanjaan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, kini semakin normal pascabencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 28 September 2018.

Tiga pasar besar yakni Masomba, Bambaru dan Manonda, pada Sabtu, terlihat mulai ramai didatangi warga untuk berbelanja berbagai kebutuhan sehari-hari.

Tempat-tempat dagangan yang tadinya ditinggalkan para pedagang untuk mengungsi, dalam beberapa hari terakhir ini tampak mulai terisi lagi dengan barang dagangan.

Masyarakat pun tidak lagi kesulitan memperoleh berbagai kebutuhannya karena para pedagang kembali berjualan meski suplai barang masih belum normal seperti sebelumnya.

Seperti yang terlihat di Pasar Masomba Palu, banyak pedagang barang campuran, sembako, ikan dan daging serta sayur-mayur sudah berjualan lagi.

Harga-harga pun tidak mengalami kenaikan meski permintaan masyarakat mulai meningkat.

Harga tomat misalnya, dijual Rp5.000/kg, bawang merah Rp18.000/kg, bawang putih Rp20.000/kg, sayur kangkung Rp1.000/ikat, kubis Rp7.000/kg, minyak goreng curah Rp12.000/liter, ayam potong Rp85.000/ekor, ayam pedaging Rp35.000/ekor, daging sapi Rp110.000/kg, beras medium Rp9.000/kg serta beras premium Rp12.500/kg.

Ny Kartika, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Jalan Banteng, Palu Selatan, menyatakan sangat senang karena pusat-pusat perbelanjaan terutama pasar tradisional yang menjual bermacam-macam kebutuhan sehari-hari semakin ramai.

"Alhamdulillah pasar sudah kembali normal, meski belum seluruhnya pedagang kembali berjualan," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Ny Nurfaidah, ibu rumah tangga di Jalan Balai Kota Palu yang menyatakan gembira sebab pasar-pasar tradisional, toko, swalayan sudah buka kembali.

Toko Swalayan Transmart dan Hero misalnya, yang sebelumnya melayani pembeli dengan cara antrean di depan toko, kini sudah mengizinkan pembeli untuk masuk ke dalam toko guna memilih sendiri barang-barang kebutuhannya.

"Beberapa hari lalu, kita harus daftar kebutuhan kita kepada petugas di depan toko, kemudian petugas mengambilkannya lalu mengantarkan ke depan toko untuk dibayar," ujarnya.

Ia berharap aktivitas pasar dan toko-toko swalayan serta toko bahan bangunan, alat rumah tangga, dan toko lainnya bisa segera beroperasi kembali.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Arief Latjuba membenarkan aktivitas perdagangan di Ibu Kota Provinsi Sulteng sudah mulai bangkit lagi.

Pemerintah pusat dan provinsi serta kota terus mendorong kembali ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat bencana alam dengan meningkatkan kembali aktivitas perdagangan sehingga masyarakat bisa membeli berbagai kebutuhan dan keperluannya.

"Saya optimistis, ekonomi kita akan bangkit kembali, meski tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi secara berangsur-angsur akan membaik lagi," kata dia.

Dia juga meminta para pedagang dan semua pelaku usaha untuk kembali beraktivitas tanpa merasa khawatir akan kenyamanan dan keamanan, sebab aparat dari TNI/Polri siap memberikan pengamanan.

"Jangan takut untuk membuka toko atau menggelar dagangan di pasar, dijamin aman," ujarnya.

(T.BK03)

(T.BK03/B/R007/C/R007) 20-10-2018 09:48:19
Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar