PLN luncurkan program pemulihan pascabencana

id Pln, bantuan, sembako, YBM, Pasigala, Sulteng

Peluncuran program pemulihan pascabencana digagas PT PLN (Persero) untuk membantu korban gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Senin (25/3). Program pemulihan pascabencana itu salah satunya pembangunan hunian sementara sebanyak 45 unit di lokasi seluas setengah hektare di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga dengan nilai pembangunan sebesar Rp90.000.000/unit melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN sebagai lembaga yang mengurusi zakat, infak dan sedekah. (Antaranews Sulteng/Moh Ridwan)

Palu (ANTARA) - PT PLN (Persero) meluncurkan program pemulihan pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang menimpa Kota Palu, Kabupaten Sigi, Dinggala sebagai wujud kepedulian mereka terhadap korban bencana, Senin. 

Komisaris utama PLN Ilya Avianti di Sigi, Senin mengatakan, program pemulihan pascabencana yang digagas pihaknya menyalurkan sejumlah bantuan kemanusiaan.

"Sebagai salah satu perusahaan milik negara yang bergerak dibidang keliatrikan, kami memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat yang tertimpa musibah sebagai korban bencana alam, " kata Ilya. 

Program bantuan PLN itu berupa pembagian sembako sebanyak 200an paket untuk warga Palu dan Sigi, renovasi rumah ibadah (Masjid) di wilayah terdampak, beasiswa kepada siswa sekolah dasar, SMP hingga SMA di wilayah palu, sigi dan donggala.

"Termasuk bantuan jaminan hidup kepada guru madrasah di wilayah Pasigala, " ujarnya.

Kemudian, bantuan klinik kesehatan yang dikelolah Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) sebagai mitra PLN guna berlokasi di Desa Kalukubula Kabupaten Sigi, guba mempermudah akses pelayanan kesehatan.

Selain itu, PLN juga memberikan satu unit kendaraan operasional kesehatan mobil ambulance yang disiagakan di klinik kesehatan BSMI Sigi. 

Termasuk pemberdayaan ekonomi duafa serta pembangunan hunian sementara (Huntara) sebanyak 45 unit di lokasi seluas stengah hektare di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu dengan nilai pembangunan sebesar Rp90.000.000/unit.

Direktur Bisnis Regional PLN wilayah Sulawesi Syamsul Huda mengemukakan, sejak awal tanggap darurat, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN program PLN peduli, sebagai lembaga amil zakat berbasis perusahaan sudah berkontribusi ikut membantu korban bencana di Sulteng. 

"Dua hari pascagempa, tsunami dan likuefaksi, YBM PLN sudah memberikan bantuan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, trauma healing, sekolah darurat, hingga layanan operasi Rumah Sakit Terapung," ungkap pembina YBM PLN ini. 
Seorang warga membawa bingkisan berupa sembako yang dibagikan oleh pihak PT PLN (Persero) untuk para korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu,Kabupaten Sini dan Donggal, Senin (25/3). Pembagian sembari sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana melalui Yayasan Batuk Maag (YBM) PLN untuk warga yang terdampar. (Antaranews Sulteng/Moh Ridwan)

Sejak masa tanggap daruruat hingga pemulihan pascabencana katanya, karyawan muslim PLN melalui yayasan baitul maalnya khusus menangani zakat, infak dan sedekah sudah menyalurkan bantuan sebanyak Rp3,5 miliar untuk korban bencana di Sulteng. 

Dia menambahkan, bantuan kali ini merupakan program jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama lima tahun kedepan. 

"Melalui program ini kiranya bisa memberikan manfaat seluas-luasnya dan mampu meringankan beban para warga yang menjadi korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi, " tuturnya
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar