Soal pemboman gereja di Sri Lanka, GKST Sulteng mengutuk

id GKST, bom gereja Sri Lanka

Ketua Umum Sinode GKST Pendeta Jetroson Rense, MTh (Antaranews Sulteng/Istimewa) (Antaranews Sulteng/Istimewa/)

Pdt. Jet Rense: Sangat memilukan karena dilakukan saat umat Kristiani sedang mengadakan aktifitas keagamaan yakni ibadah Paskah.
Palu (ANTARA) - Tragedi serangan bom terjadi lagi, kali ini yang menjadi korban adalah umat Kristiani di Colombo, Ibu Kota Sri Lanka, yang sedang merayakan Paskah pada Minggu 21 April 2019. 

Korban tewas sampai saat ini 290 jiwa dan lebih 400 jiwa lainnya menderita luka-luka. Tiga gereja yang menjadi sasaran serangan bom adalah Gereja St.Anthony di Kochchikade, Gereja St Sebastion di Negombo dan Gereja Zion di Batticaloa. 

Selain itu tiga hotel adalah Shangri-La, Kingsbury, Innamon Grand dan Tropical Inn tang terletak di pusat Kota Colombo.

Menanggapi tragedi tersebut, Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) mengecam dan mengutuk keras tindakan teror yang sepertinya dilakukan dengan perencanaan yang matang, karena serangan tersebut berlangsung serentak dan beruntun di beberapa tempat.

"Perbuatan ini adalah perbuatan biadap dan tidak berperikemanusiaan serta bertentangan dengan ajaran agama apapun," tulis Ketua Umum Sinode GKST Pendeta Jetroson Rense, M.Th dan Sekretaris Umum Pdt Yulianus Tolewo, S.Th,MA yang dikutip, Selasa.

GKST menyampaikan empati dan dukacita sangat mendalam bagi keluarga korban tragedi bom di Sri lanka. Pengeboman tesebut adalah tragedi kemanusiaan yang sangat memiluhkan menambah luka-luka kemanusiaan yang selama ini terjadi. 

"Sangat memilukan karena dilakukan saat umat Kristiani sedang mengadakan aktifitas keagamaan yakni ibadah Paskah. Kami berdoa agar keluarga korban diberikan kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan menghadapi musibah yang berat ini," demikian tulis pernyataan itu.

GKST, melalui Dewan Gereja Dunia (Woprld Church Copuncil-WCC) mendesak Pemerintah Sri Lanka untuk segera menangkap para pelaku dan memberi hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku dan mengusut tuntas motif aksi teror tersebut.

GKST memohon kepada pemerintah Indonesia untuk menjga stabilitas bangsa dan masyarakat Indonesia dengan melibatkan semua elemen bangsa dan masyarakat dalam mengambil tindakan-tindakan preventif demi terciptanya kondisi bangsa Indonesia yang kondusif dan damai.

GKST mendukung dalam doa gereja-gereja di Sri Lanka untuk tetap kuat menghadapi tragedi kemanusiaan yang memilukan ini dan berharap gereja dan masyarkat di Indonesia tetap tenang dan menjaga hubungan yang baik dan harmonis antarumat beragama.

"GKST mengajak semua pihak tetap mendokan korban yang masi dirwat di rumah sakit agar segera pulih," demikian pernyataan sikap GKST demi penegakan kebenaran, keadilan dan perdamaian di dunia sebagai misi gereja.
 
Wapres Jusuf Kalla memberikan sambutan pada Konven pendeta GKST di Tentena, Kabupaten Poso, Rabu (25/7) (Antaranews Sulteng/Humas Pemprov Sulteng) (Antaranews Sulteng/Humas Pemprov Sulteng/)
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar