Pertamina: pangkalan tidak boleh jual elpiji bersubsidi di atas HET

id Elpiji, pertamina, pangkalan, palu, parigi, sulteng

Penyaluran elpiji bersubsidi tiga kilogram oleh agen penyalur PT Patrindo Utama Mandiri untuk mengisi stok pangkalan di Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (17/5). (ANTARA/Moh Ridwan)

Parigi (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) menegaskan kepada pangkalan elpiji bersubsidi di Provinsi Sulawesi Tengah jangan menjual produk di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

"Selama Ramadhan kami sudah menindak empat pangkalan nakal dua di Kota Palu dan dua di Parigi, " kata Sales Eksekutif Elpiji Pertamina Wilayah V Sulawesi Tengah Ardian Dominggo W Sukarno usai meninjau penyaluran elpiji di sejumlah pangkalan di Kota Parigi, Jumat.

Dia menjelaskan, Pertamina sebagai perusahaan negara yang bergerak di bidang energi memiliki tanggung jawab memenuhi kebutuhan pasokan terhadap konsumen.

Pangkalan sebagai mitra kerja Pertamina wajib mematuhi seluruh aturan yang ditetapkan, salah satunya penjualan produk sesuai HET karena elpiji bersubsidi hanya diperuntukkan kepada warga kurang mampu.

"Pangkalan harus mengutamakan warga sekitar dimana pangkalan itu berdiri dan setiap pembelian tabung tiga kilogram maksimal dua tabung per satu kepala keluarga, " ujarnya.

Pertamina, tambahnya,  tidak segan-segan menindak tegas pangkalan maupun agen penyalur yang tidak patuh terhadap aturan.

Dia menambahkan, di Parigi pengawasan penyaluran cukup ketat, meski begitu masih banyak pengecer menjual bebas elpiji bersubsidi dengan harga hingga dua kali lipat di atas HET.

"Apa yang sudah dilakukan pemerintah Kota Palu dan Parigi Moutong menindaklanjuti keluhan masyarakat sangat membantu kami, menindak pengecer dengan menyita tabung elpiji bersubsidi merupakan langkah tepat, " katanya.

Dia memaparkan, Pertamina menjamin tidak ada kelangkaan elpiji bersubsidi di Sulawesi Tengah, bahkan Pertamina telah menambah pasokan untuk memenuhi konsumsi di tingkat masyarakat.

Seperti Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Parigi misalnya, mampu menampung sekitar 100 metrikton elpiji dan diperkirakan bisa menjaga ketersediaan stok selama lima hari ke depan.

Sejak awal ramadhan Kota Palu mendapat tambahan alokasi 14.000 sampai 15.000 tabung per hari, dibanding hari-hari normal hanya 12.000 tabung per hari, demikian Kabupaten Parigi Moutong dan Banggai alokasi tambahan mencapai 16 persen atau sekitar 8.000 tabung per hari di banding hari normal hanya sekitar 6.000 sampi 7.000 tabung per hari.

"Tiga daerah ini tingkat konsumsi elpiji bersubsidi selama bulan Puasa cukup tinggi," tutur Dominggo.

 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar