Pemkot Palu orientasikan program kota tangguh bencana

id Pemkot Palu,Kota Tangguh Bencana

Pemkot Palu orientasikan  program kota tangguh bencana

Suasana Musrembang yang mengusung tema "Mewujudkan Kota Palu Sebagai Kota Jasa, Berbudaya, dan Beradat Yang Tangguh Bencana" di Palu, Selasa (11/2). (Foto ANTARA/Adha Nadjemudin)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, mengarahkan sebagian program pembangunan daerah setempat berorientasi pada pembangunan kota tangguh bencana guna mempercepat pemulihan ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu dari dampak gempa, tsunami, dan likuefaksi 28 September 2018.

"Kami membangun kota tangguh bencana sehingga banyak program diarahkan untuk mitigasi bencana baik pembangunan infrastruktur maupun penanggulangan risiko bencana," kata Sekretaris Kota Palu, Asri di Palu, Rabu.

Ia mengatakan, Wali Kota Palu Hidayat ingin agar kota yang terdampak gempa, tsunami dan likuefaksi tersebut segera bangkit kembali sehingga masyarakatnya lebih sejahtera meski pernah dilanda bencana dahsyat.

Asri mengatakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) yang saat ini sedang berlangsung di delapan kecamatan salah satunya membahas program mitigasi bencana baik terhadap penanggulangan risiko maupun pembangunan infrastruktur.



"Kota tangguh bencana ini penting sehingga dapat menekan risiko bencana korban jiwa maupun harta benda," katanya.

Setelah kejadian bencana ini kata Asri, Wali Kota Palu ingin menumbuhkan ekonomi mikro di tengah masyarakat sehingga ekonomi tetap berputar dan kembali normal bahkan lebih baik dari sebelum bencana.

Pemerintah Kota Palu kata Asri, telah menyediakan alokasi anggaran untuk usaha mikro hingga mencapai puluhan miliar guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat Kota Palu.

Terkait dengan itu, Asri meminta agar Musrembang 2020 yang sedang berlangsung lebih memprioritaskan kebutuhan masyarakat baru kemudian kepentingan dinas pegawai.

"Utamakan dulu kepentingan masyarakat, baru kemudian perjalanan dinas," katanya.

Asri menegaskan perjalanan dinas pegawai bukanlah jatah-jatahan sehingga pejabat semua eselon harus dianggarkan untuk perjalanan dinas.

"Perjalanan dinas itu bukan jatah-jatahan. Untuk apa pejabat di kelurahan konsultasi keluar daerah, ya konsultasinya ke camat, nanti camat ke wali kota," katanya.

Asri mengakui APBD Kota Palu banyak tersedot untuk pembangunan kembali Kota Palu setelah kejadian bencana sehingga pemerintah Kota Palu menekan belanja-belanja tidak langsung khususnya yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat.
 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar