Rabu, 23 Agustus 2017

WVI-BPBD distribusikan air bersih untuk korban banjir Tolitoli

id Tolitoli
WVI-BPBD  distribusikan air bersih untuk korban banjir Tolitoli
WVI dan BPBD Tolitoli saat membagikan air bersih kepada korban banjir Tolitoli, Senin (19/6) (Antarasulteng.com/Sali)
WVI dan BPBD juga menguras sumur untuk menormalisasi kesehatan air sumur
Tolitoli (Antarasulteng.com) – Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli, telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak kurang lebih 1.000 liter untuk sejumlah warga yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.
 
Lisa Hernawati, selaku Respon Manager Celebes (Central Sulawesi Bandan (Flash) Flood Zonal emergency Response) WVI mengatakan bantuan air bersih diberikan kepada warga Desa Tinading, Desa Oyom dan Sibea, Kecamatan Lampasio yang diakses oleh 545 jiwa.
 
WVI dan BPBD Tolitoli juga memperbaiki fasilitas umum, pengurasan 45 sumur di Desa Lampasio yang bekerja sama dengan pukesmas setempat agar kurang lebih 204 jiwa di wilayah tersebut bisa menikmati air bersih.
 
"Kami melakukan demonstrasi kuras sumur yang aman dan bersih dengan mengunakan chlorine, air sumur itu telah diakses oleh 204 jiwa di desa tersebut,” kata Lisa saat dihubungi di Tolitoli, Senin (19/6).
 
WVI juga bekerja sama dengan pihak terkait melakukan pendampingan anak pada 5 kelompok di Kecamatan Baolan, Kelurahan Tuweley, Baru, Panasakan dan Kecamatan Lampasio di Dusun Kumba dan Desa Lampasio, yang diikuti 309 anak.
 
Pelatihan pendampingan psikososial buat pendampingan anak juga telah dilakukan di 2 kecamatan tersebut, dengan melibatkan 51 orang pendamping anak, bekerja sama dengan BPBD Tolitoli, Alkhaerat, perwakilan gereja di Tolitoli, dan MDMC (Muhamadiyah Disaster Management Center).
 
Kegiatan tersebut, kata dia, dengan 5 tema psikososial antara lain rasa aman, penghargaan diri, narasi pribadi, keterampilan menyesuaikan diri dan menyusun masa depan, yang diharapkan bisa membantu proses pemulihan anak-anak pasca bencana.
 
Lisa jelaskan bahwa yang menerima pelatihan adalah perwakilan masyarakat dari wilayah tersebut,  dilatih untuk melakukan pendampingan psikososial, karena mereka yang paling memahami konteks lokal dan terus menerus bersama dengan anak-anak korban banjir.
 
"Ke depan WVI akan tetap melakukan pengurasan dan pemersihan sumur di Kecamatan Lampasio, Desa Lampasio, Desa Oyom dan Sibea, serta terus melakukan monitoring pendampingan dan sosialisasi pembersihan subur yang baik dan benar, agar anak-anak dan keluarga bisa mengakses air bersih dengan mudah," ujarnya.

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga