Musisi Donggala peduli bencana salurkan ratusan paket logistik ke Sulbar

id Musis Donggala, bantuan logistik, korban gempa, Sulbar, mamuju

Musisi Donggala peduli bencana salurkan ratusan paket logistik ke Sulbar

Suasana proses distribusi bantuan logistik untuk korban gempa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat oleh seniman yang tergabung dalam komunitas Musisi Donggala peduli bencana, di Kabupaten Mamuju, Selasa (9/2/2021). ANTARA/HO/Komunitas musisi Donggala

Palu (ANTARA) -
Seniman yang tergabung dalam komunitas Musisi Donggala, Sulawesi Tengah peduli bencana menyalurkan ratusan paket logistik kebutuhan dasar korban gempa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

"Bantuan ini dari hasil penggalangan dana yang kami lakukan. Ada sekitar 120 paket bahan makanan dan kebutuhan dasar lainnya kami salurkan langsung ke lokasi bencana," kata Nurjana, perwakilan musisi Donggala peduli bencana yang dihubungi dari Palu, Selasa malam.

Dia mengemukakan, paket bantuan yang dikirim terdiri dari sembako, perlengkapan bayi dan lansia, pakaian dalam orang dewasa, perlengkapan mandi, tikar, selimut dan tenda termasuk beras dalam kemasan sebanyak 40 karung dalam timbangan lima kilogram.

Menurutnya, meski status tanggap darurat telah dicabut pemerintah setempat, namun para penyintas bencana tentu masih membutuhkan bantuan, khususnya kebutuhan dasar mereka.

"Kabupaten Donggala berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Barat, maka tidak elok jika kami tidak turut serta ikut meringankan beban warga terdampak gempa di sana," ujar Nurjana.

Rencananya, pendistribusian bantuan nanti oleh komunitas musisi peduli bencana, akan menyasar pengungsi di Kecamatan Kaluku, Kabupaten Mamuju.

Dimana, saat ini bantuan telah tiba di Mamuju diangkut menggunakan dua kendaraan roda empat untuk memudahkan proses distribusi.

"Sesama masyarakat Sulawesi kami juga memiliki empati. Bantuan ini tidak ada tendensi lain, selain untuk misi kemanusiaan, sebagaimana Sulteng pernah dilanda bencana serupa, masyarakat Sulawesi Barat juga turut membantu saat itu," demikian Nurjana.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar