Pemprov: Kasus HIV/AIDS yang terungkap di Sulteng baru 57 persen

id Sulteng,Sandi ,Palu,Hiv,Aids,Korupsi ,Kpk

Pemprov: Kasus HIV/AIDS yang terungkap di Sulteng  baru 57 persen

ANTARA/Destyan H. Sujarwoko

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan kasus penderita Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency (HIV/AIDS) yang ditemukan sampai saat ini baru mencapai 57 persen.



"Data Dinas Kesehatan Sulteng menunjukkan penemuan kasus HIV/AIDS secara kumulatif dari tahun 2002 hingga Desember tahun 2020 berjumlah 2.178 kasus. Jumlah kasus yang terungkap itu baru 57 persen dari estimasi kasus di Sulteng berjumlah 4.702 kasus," kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng Mulyono dalam rapat koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten dan kota se Sulteng secara virtual di Kantor Gubernur Sulteng di Kota Palu, Rabu.



Oleh sebab itu, ia meminta Dinkes Sulteng menindaklanjuti data temuan tersebut agar mencapai 100 persen. Caranya dengan merencanakan kegiatan untuk menemukan, mengungkap, menangani dan mencegah kasus HIV/AIDS sesuai petunjuk Standar Pelayanan Minimal (SPM).



Kemudian Mulyono meminta KPA provinsi, kota dan kabupaten se Sulteng agar aktif berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan OPD yang terkait dalam menanggulangi HIV/AIDS mengintegrasikan kegiatannya dalam penanggulangan AIDS sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.



"Melalui koordinasi dan kerja sama yang baik dengan memperkuat kolaborasi dan meningkatkan solidaritas dapat menekan laju perkembangan epidemi HIV/AIDS di Sulteng menuju Zero New HIV Infection, Zero Stigma dan Discrimination, Zero AIDS Related Death, katanya.



Selain itu, ia mengatakan dalam rangka pengendalian HIV/AIDS di Sulteng, diperlukan keterlibatan multisektoral, baik pemerintah, organisasi profesi.



"Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) peduli AIDS, dunia usaha dan masyarakat yang diakomodir oleh KPA baik di tingkat provinsi, kota dan kabupaten,"tambahnya.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar