Polres kerahkan 250 personel amankan Idul Fitri

id polisi

Ilustrasi (antara)

Parigi,  (Antaranews Sulteng) - Polres Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah melibatkan sebanyak 250 personel pada Operasi Ketupat Tinombala pengamanan lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah/2018.

Kapolres Parigi Moutong AKBP Sirajuddin Ramly di Parigi, Rabu mengatakan dari 250 personel yang terlibat, 80 personel diterjunkan langsung dari Polres, sementara sisanya dibantu Polsek setempat, aparat TNI, Basarnas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta stakeholder setempat.

"Operasi Ketupat Tinombala membentuk enam pos. Lima pos pengamanan dan satu pos pelayanan," kata Sirajuddin usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Tinombala di Mapolres Parigi.

Ia memaparkan, khusus pos pelayanan Operasi Ketupat Tinombala ditempatkan di wilayah Toboli, dimana pos itu dijadikan sebagai tempat istirahat bagi para pemudik lebaran, bahkan pemerintah setempat menyediakan dua bus untuk para pemudik menuju Kota Palu.

"Di pos pelayanan itu juga akan ditempatkan servis kendaraan bagi para pemudik," ujarnya.

Kapolres menilai, bahwa Parigi Moutong merupakan daerah perlintasan bagi para pemudik lintas kabupaten maupun provinsi sehingga arus lalulintas di jalan trans sulawesi diprediksi akan ramai.

Ramli mengatakan, Kapolri Jendral Tito Karnavian menekankan empat hal pada Operasi Ketupat Tinombala yakni kelangkaan pangan, kelancaran dan keselamatan, rawan longsor dan tindak pidana terorisme.

Operasi Ketupat Tinombala dilakukan 6 s/d 24 Juni 2018 hingga selesai arus balik pascalebaran Idul Fitri.

Ia memaparkan, Operasi Ketupat Tinombala dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan hari raya Idul Fitri.

Pengamanan Operasi Ketupat juga dilakukan hingga ke tempat-tempat wisata, diprediksi pascalebaran tempat wisata dipadati masyarakat.

Kapolres juga mengimbau bagi para pemudik agar berhati-hati melintas di jalur Kebun Kopi, mengingat cuaca akhir-akhir ini masih ekstrim karen di jalur tersebut rawan longsor.

 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar