Jadi penjabat Gubernur Jabar, Komjen Iriawan mesti netral

id irawan,jabar

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri) membacakan sumpah jabatan saat melantik Penjabat Gubernur Jawa Barat Komjen Pol M. Iriawan (kedua kanan) di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/6/2018). Kementerian Dalam Negeri menunjuk Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) M Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat. (ANTARA /M Agung Rajasa)

Bandung (Antaranews Sulteng) - Penunjukkan M. Iriawan di Jawa Barat menunjukkan wujud nyata dimana negara mengedepankan stabilitas dan integrasi sosial. Provinsi Jawa Barat termasuk kategori daerah rawan konflik saat Pilkada berlangsung  , apalagi Pilkada disaat momentum pemilu 2019 dan Jawa Barat merupakan lumbung suara terbesar di Indonesia. Tiap partai politik berjuang memperebutkan jutaan suara dari Jawa Barat, disaat itu berpotensi menimbulkan instabilitas di Jawa Barat. 

Selain empat faktor utama pelanggaran pemilu yang berpotensi mengancam instabilitas sosial yaitu 1) negara perlu memastikan agar setiap warga negara berhak untuk memilih (right to vote); 2) Negara juga harus memastikan agar tiap warga negara berhak untuk dipilih (right to take a part of govertment); 3) negara memastikan adanya jaminan pemilihan yang bebas dan jujur serta adil ( free and fair election); dan 4) Negara juga tidak boleh memasuki cara pandang partikuler rakyat  dalam menentukan nasib atau pilihan (self determination of the right) berbasis pada pandangan suku, agama, ras dan antar golongan. Namun demikian negara juga harus menjaga agar rakyat  atau para calon tidak kapitalisasi opini SARA dalam pemilihan sebagaimana terjadi pada pemilikada 2017.

Oleh karena itu, penunjukan Komjen  M Iriawan merupakan kewenangan mutlak Mendagri. Karena negara mengambil tanggung jawab menjaga kestabilitas sosial dan politik. Jadi jangan dulu dilihat sebagai intervensi Polri dalam ranah sipil. Selanjutnya M Iriawan mesti menujukkan Profesionalisme dan Netralitas dalam Pilkada di Jawa Barat. 

Menurut saya, M Iriawan  ditunjuk karena adanya rivalitas Kandidat yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar di Jawa Barat. Oleh karena itu, Netralitas dan Profeionalisme mesti diwujudnyataka untuk memupus anggapan masyarakat umum. 

Untuk menjaga netralitas dan melihat secara obyektif agar Pilkada Jawa Barat kondusif, penunjukkan Kepala Daerah sementara dari Polri perlu dimaknai sebagai pertimbangan agar . Jawa Barat kondusif.

Siapapun yang termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS, TNI /Polri yang punya syarat untuk dipilih sebagai kepala daerah, diperbolehkan untuk ditunjuk sebagai pejabat sementara. Selain itu mereka juga digaji negara untuk menjadi eksekutif negara.

Hal itu tertuang juga melalui Peraturan Mendagri tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala negara. Baik melalui UU ASN dan Permendagri soal pejabat Kepala Pemerintahan. Selanjutnya mari kita melihat dan mendorong agar Sumatera Utara dan Jawa Barat Pilkada berlangsung secara jujur, adil dan stabil. (Ketua Tim Nasional Pemantau Pemilu, Komisioner Komnas HAM RI 2012-2017)
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar