Pertamina gempur Palu dengan operasi pasar elpiji

id elpiji,operasi pasar,pertamina

Masyarakatkan menukarkan tabung elpiji 3kg pada operasi pasar elpiji di Kota Palu, dengan harga standar yakni Rp16.000/tabung. (Antaranews Sulteng/Moh. Hamzah)

Palu (Antaranews Sulteng) - Pertamina setempat menggempur wilayah Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah dengan menggelar operasi pasar elpiji bersubsidi guna membantu masyarakat setelah perekomiannya porak-poranda akibat gempa bumi bermagnitudo 7,4 pasa skala Richter dan menimbulkan tsunami serta likuifaksi di Kota Palu, Sigi dan Kabupaten Donggala pada 28 September 2018.

Pantauan Antara, Minggu, hampir semua permukiman warga di ibu kota provinsi itu dimasuki truk-truk  yang memuat tabung elpji 3kg untuk dijual kepada masyarakat sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp16.000/tabung.

Seperti terlihat di bilangan Jalan Towua dan Emi Saelan, begitu truk elpiji parkir, langsung diserbu warga sekitarnya. Jumlah pembelian pun tidak dibatasi. Ada warga yang membeli sebanyak tiga tabung.

Pemandangan sama juga terlihat di bilangan Jalan Sis Aljufri dan sekitar kawasan pasar Inpres Manonda, Kecamatan Palu Barat. Namun berbeda dengan operasi pasar yang dilakukan Pertamina pada hari-hari sebelumnya.

Operasi pasar kali ini tidak lagi dijaga aparat TNI/Polri. Sebelumnya, petugas mengawal truk-truk elpiji dan warga antre.

"Tapi sudah dua hari ini, warga tidak lagi antre dan juga sudah tidak ada petugas yang mengawal," kata Marten Lotong, warga jalan Lembu, Palu Selatan.

Mustang, salah seorang sopir truk elpiji mengatakan saban hari membawa 500 tabung elpiji 3kg untuk dijual kepada masyarakat melalui operasi pasar. "Dan ini sangat membantu warga dengan mudah mendapatkan kebutuhan rumah tangga tersebut," kata dia.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar