Pemprov Sulteng undang distributor dan pengecer semen

id semen, palu

Sejumlah semen bantuan dari PT Bank Bukopin Tbk untuk perbaikan bangunan dan infrastruktur pasca gempa siap untuk didistribusikan usai penyerahan secara simbolis di Kantor Bank Bukopin Cabang Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (9/11/2018). (Antaranews Sulteng/Moh. Hamzah)

Palu,  (Antaranews Sulteng) - Pemprov Sulawesi Tengah mengundang semua distributor dan pengecer semen di Kota Palu untuk mengikuti rapat membahas upaya mengatasi krisis semen yang melanda daerah yang sedang membangun pascabencana 28 Septemebr 2018 ini.

Kelangkaan semen yang terjadi sejak dua pekan terakhir cukup meresahkan masyarakat yang sedng membutuhkan bahan bangunan untuk merenovasi rumah-rumah mereka.

"Kami hari ini sudah jadwalkan untuk rapat koordinasi dengan semua instansi terkait terkait bersama para distributor dan pengecer semen," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Zainuddin Hak di Palu, Jumat.

Materi rakor antara lain untuk menyepakati harga semen di tingkat distributor dan pengecer, sebab harga semen sekarang ini sudah naik cukup tinggi?dan sangat merugikan masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah perlu mengetahui berapa sebenarnya harga tebus di tingkat pabrik. Kemudian akan dihitung dengan seksama dan tidak merugikan baik pihak distributor, pengecer dan konsumen.

Karena itu, perlu duduk bersama agar bisa mendapatkan kesepakatan soal penetapan harga eceran tertinggi (HET) semen di pasaran.

Dia mengaku sudah hampir dua pekan ini, Kota Palu dilanda krisis persediaan semen, padahal bahan bangunan tersebut banyak dibutuhkan pascabencana alam gempabumi, tsunami dan likuefaksi.

Bahkan krisis semen bukan hanya terjadi di wilayah Palu, tetapi juga di Kabupaten Sigi dan Donggala yang termasuk dua daerah terdampak bencana alam cukup parah.

Harga semen melambung hingga Rp80.000/zak, itupun kalau masih ditemukan di pasaran.

Tingginya permintaan masyarakat terhadap bahan bangunan, termasuk seng dan tripleks serta baja ringan dipicu karena bencana alam gempabumi dan tsunami.

Bencana alam yang melanda tiga daerah di Sulteng banyak merusak bangunan penduduk, sarana ibadah, pendidikan, kesehatan, jaringan irigasi, infranstruktur listrik, telekomonikasi, jalan dan jembatan di tiga daerah itu.

Juga kantor-kantor pemerintah, perusahaan swasta, toko, mall, swalayan dan SPBU.

Untuk merenovasi bangunan yang rusak akibat diterjang gempabumi dan tsunami sudah pasti membutuhkan banyak bahan bangunan.

"Nah stok harus tersedia dalam jumlah memadi guna mempercepat pemulihan ekonomi di tiga wilayah terdampak bencana alam tersebut," kata Zainuddin.

Sementara Ketua Bidang Perdagangan KADIN Sulteng, Achrul Udaya minta pemerintah untuk secepatnya mengatasi krisis semen yang melanda Kota Palu dan sektarnya.

Jika krisis semen tidak segera teratasi akan berdampak terhadap proses pemulihan ekonomi menjadi lamban.
 
Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar