Dua masjid sasaran TMMD Sigi terima bantuan masing-masing Rp100 juta (vidio)

id TMMD Sigi,bantuan masjid,dandim donggala

Dandim 1306/Donggala selaku Komandan Satgas TMMD 2019 di Sigi Letkol Kav. I Made Maha Yudhiaksa menyrahkan bantuan pembangunan masjid dalam rangka TMMD di Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Sabtu. (Antaranews Sulteng/Sulapto Sali)

Sigi (ANTARA) - Dua Masjid yang masuk sasaran kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Bakubakulu dan Dusun Serapi, Desa Bobo, Kecamatan Palolo, menerima bantuan dari Kementerian Agama masing-masing sebesar Rp100 juta.

"Bantuan dana sebanyak seratus juta ini diberikan oleh Kementerian Agama dalam rangka TNI Manunggal Membangun Desa. Jadi perintah dari pimpinan dalam hal ini adalah Mabes TNI melalui Sterad dan Sterkodam, kami diperintahkan untuk mencari sasaran masjid di lokasi TMMD yang membutuhkan," kata Komandan  Satgas TMMD Sigi Letnan Kolonel Kav. I Made Maha Yudhiaksa, S.Sos, MM, Sabtu.

Menurut  Dandim, pihaknya mendapatkan dua masjid di lokasi sasaran TMMD Sigi yaitu masjid Al-Fatah Dusun Serapi, Desa Bobo dan Masjid Al-Bayaan di Desa Bakubakulu, Kecamatan Palolo.

Untuk Kodim 1306/Donggala itu ada dana sebesar Rp400 juta, ada empat titik masjid yang perlu diberikan bantuan akan tetapi di lokasi TMMD sebanyak dua titik saja, dan dua titik lagi diprioritaskan untuk masjid yang terdampak bencana gempa.

Ia berharap masjid yang menerima bantuan dana seratus juta itu bisa menggunakannya dengan baik  untuk pembangunan maupun perbaikan, bermanfaat bagi masyarakat sekitar sehingga beribadahnya lebih nyaman dan khusuk.

"Alhamdulilah dengan adanya bantuan ini pembangunan masjid Al-Bayaan Desa Bakubakulu bisa lancar dan bisa dimanfaatkan untuk umat muslim. Kami berterima kasih kepada pemberi bantuan terutama dari Dandim karena dengan adanya TMMD di sini, kami merasa bersyukur sehingga pembangun kita bisa berjalan dengan lancar," kata Alkabir Kahar, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Bayaan.

Masjid Al-Bayaan sudah dibangun selama kurang lebih satu tahun, namun belum selesai karena terkendala dana yang selama ini hanya berharap dari swadaya masyarakat setempat.

“Kami bersyukur kepada yang maha kuasa atas bantuan ini. Dengan bantuan ini kami akan memperbesar Masjid Al-Fatah ini yang sudah 30 tahun berdiri, namun belum pernah direnovasi yang ukurannya tujuh kali tujuh. Nanti kami akan bangun jadi sepuluh kali sepuluh dengan uang bantuan ini,” kata Arlan, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Fatah Dusun Serapi, Desa Bobo.
 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar