Polisi periksa 42 saksi terkait terbakarnya Lapas Perempuan Palu

id lapas, sigi,terbakar

Polisi periksa 42 saksi terkait terbakarnya Lapas Perempuan Palu

Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri saat mendampingi tim ahli dari Labfor Polri Cabang Makassar memeriksa penyebab kebakaran di Lapas Perempuan Klas III Palu, di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (ANTARA/HO-Polres Sigi)

Untuk sisa warga binaan Lapas Perempuan Klas III Palu yang masih DPO sisa 12 orang dan yang berhasil ditangkap sebanyak 34 orang

Sigi (ANTARA) - Kepolisian Polres Sigi telah memeriksa sebanyak 42 saksi terkait terbakarnya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Klas III Palu, di Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu malam.

“Saksi yang telah diperiksa berjumlah 42 orang terdiri dari 34 napi yang sempat lari dan sudah tertangkap, satu napi yang tidak lari, serta tujuh petugas lapas,” kata Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri, di Sigi, Rabu.

Ia mengatakan, perkembangan kasus kebakaran Lapas Perempuan itu telah diperiksa tim ahli dari Labfor Polri Cabang Makassar.

“Hasil pemeriksaan di TKP oleh Labfor Polri, lokasi sumber api pertama kebakaran berasal dari 11 titik dan penyebab kebakaran adalah Arson atau pembakaran dengan sengaja,” katanya.

11 titik api tersebut berada di kamar Angrek I, satu titik, Anggrek II, dua titik, Angrek IV, satu titik, kamar mandi blok Angrek satu titik, kamar Bougenvil I, satu titik, Bougenvil III, satu titik.

Kamar Bougenvil IV, satu titik, Bougenvil V, satu titik, Bougenvil VI, satu titik, Bougenvil VIII satu titik.

“Ini hasil olah tempat kejadian perkara ahli Labfor, kemarin tidak detail, ini detail cek ke pojok-pojok ruangan,” katanya.

“Untuk sisa warga binaan Lapas Perempuan Klas III Palu yang masih DPO sisa 12 orang dan yang berhasil ditangkap sebanyak 34 orang,” tandasnya.***

 
Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri mendampingi tim ahli dari Labfor Polri Cabang Makassar memeriksa penyebab kebakaran di Lapas Perempuan Klas III Palu, di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Warna hitam sebelah kiri sisa bekas api yang telah padam. (ANTARA/HO-Polres Sigi)
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar