DPRD prihatin stunting Sulbar tertinggi kedua di Indonesia

id Stunting

DPRD prihatin stunting Sulbar tertinggi kedua di Indonesia

Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim pada dialog membahas kemiskinan dan stunting di Mamuju, Selasa (21/1/2020). ANTARA/ M Faisal Hanapi

Hasil riset Prakarsa menunjukkan penderita stunting Sulbar berada pada peringkat kedua tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini sangat memprihatinkan
Mamuju (ANTARA) - Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Barat menyatakan prihatin atas hasil riset Prakarsa yang menunjukan kasus penderita stunting di Sulbar tertinggi kedua di Indonesia.

"Hasil riset Prakarsa menunjukkan penderita stunting Sulbar berada pada peringkat kedua tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini sangat memprihatinkan," kata Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan, selain penderita stunting indeks kemiskinan dalam perspektif multi dimensi sektor kesehatan, pendidikan, standar hidup menempatkan Sulbar tertinggi dan paling miskin dari 34 Provinsi di Indonesia.

Baca juga: Rumah Sehat Baznas dapat bantu atasi "stunting" di Parigi Moutong
Baca juga: Ribuan anak di Kabupaten Sigi tumbuh kerdil


Oleh karena itu ia meminta, pemerintah Sulbar untuk melakukan evaluasi dan lebih memperbaiki lagi kinerja pelayanan pemerintahan.

"Program kebijakan pembangunan mulai dari perencanaan harus untuk dilakukan evaluasi, jangan sampai proses pembangunan tidak menyentuh kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, dibutuhkan visi pembangunan yang lebih maju dan progresif dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan integritas tinggi membangun daerah.

"Pemetaan pembangunan harus dilaksanakan cepat, tepat dan cermat, berdasarkan informasi prevalensi dan program terintegrasi atau multi sektoral, dan program pembangunan harus dilakukan penguatan disegala lini, mari bersama bangun daerah ini," katanya.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar