Minggu, 20 Agustus 2017

Pemprov: Miss Indonesia 2017 bukan wakil NTB

id miss
Pemprov: Miss Indonesia 2017 bukan wakil NTB
Miss Indonesia 2017 Miss World 2016 Stephanie Del Valle (kiri) bersama Miss Indonesia 2016 Natasha Mannuela (kanan) menyematkan mahkota kepada Achintya Nilsen (tengah) sebagai Miss Indonesia 2017 pada malam anugerah Miss Indonesia 2017 di Jakarta, Sabtu (22/4/2017). Achintya Nilsen peserta asal NTB
Mataram (antarasulteng.com) - Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Yusron Hadi menegaskan pemenang Miss Indonesia 2017 Achintya Holte Nilsen bukanlah wakil NTB.

"Menyimak berbagai opini yang berkembang, melalui kesempatan ini dapat kami tegaskan bahwa Achintya Holte Nilsen bukan wakil NTB dalam ajang Miss Indonesia 2017," kata Yusron Hadi di Mataram, Selasa.

Dikatakannya, sejak dikabarkan dengan kemenangan Achintya Holte Nilsen wakil NTB dalam ajang Miss Indonesia 2017 yang digelar 22 April 2017 malam di Jakarta. Apalagi kemenangan ini akan membuka kesempatan kepada pemenang untuk berlaga di ajang Miss World 2017 di China, telah menuai pro-kontra di tengah masyarakat NTB.

Terutama, mengenai sosok Achintya Holte Nilsen, apakah betul-betul mewakili masyarakat NTB, begitu juga mengenai proses dan tahapan hingga bisa mengatasnamakan NTB maupun ada juga yang bahkan mengaitkan hal ini dengan komitmen pemerintah daerah mengembangkan wisata halal atau "friendly tourism" di NTB.

Yusron, menjelaskan dari informasi yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Achintya Holte Nilsen tidak pernah bermukim atau berasal dari NTB sebagaimana dipersyaratkan kepada setiap peserta ajang Miss Indonesia. Kemudian, tidak pernah diketahui maupun dengar proses pemilihan Miss Indonesia berlangsung di NTB.

Bahkan, kalau menyimak proses penjaringan peserta yang dikatakan berlangsung hanya di beberapa kota tentu konsekuensinya sangat terbuka ruang pihak lain mengatasnamakan suatu daerah tanpa diketahui daerah yang bersangkutan, sehingga ini mempengaruhi penerimaan masyarakat dan bagi si peserta tidak betul-betul mewakili daerah yang diatasnamakan.

Tidak hanya itu, lanjut Yusron, penyelenggara dinilai tidak berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah dalam penyematan nama NTB kepada yang bersangkutan. Karena kalau memakai nama NTB seyogyanya ada bentuk keterlibatan pemerintah paerah.

"Kita menghargai berbagai upaya semua pihak mempromosikan daerah, termasuk NTB yang kini makin dikenal sebagai daerah tujuan wisata halal. Sebagai pionir wisata halal di tanah air, haruslah kita semua berhati-hati menyematkan nama NTB dalam ajang seperti ini," tegasnya.

Menurut Yusron, pihaknya yakin masih banyak putra-putri NTB yang tidak kalah baiknya untuk mewakili NTB di ajang-ajang yang ada. Karenanya, kepada panitia untuk lebih berhati-hati dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan ajang seperti itu.(skd)

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga