Warga Palu diminta partisipatif saat pencocokan data pemilih pilkada

id Palu,KPU Palu,pilkada palu, pilkada serentak

Warga Palu diminta partisipatif saat pencocokan data pemilih pilkada

Ilustrasi, Pilkada Serentak (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo/)

Mereka turun melakukan coklit menggunakan pelindung wajah dan kaos tangan juga dilengkapi identitas diri, ban lengan dan rompi PPDP sehingga warga tidak perlu khawatir
Palu (ANTARA) - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu Idrus meminta warga yang masuk dalam daftar pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Palu 2020 agar ikut berpartisipasi secara aktif saat Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) KPU Palu melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

"Kami sangat berharap warga partisipatif demi semakin baiknya Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilihan serentak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu bulan Desember nanti," katanya kepada ANTARA, Senin.

Olehnya ia meminta warga agar menyiapkan sejumlah dokumen yang dibutuhkan PPDP saat melakukan coklit di antaranya Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) atau Surat Keterangan (Surat Keterangan) KTP-El) dan menjawab setiap pertanyaan PPDP dengan jujur.

Baca juga: KPU Sulteng baru kelola 40 persen anggaran pilkada

Idrus menyatakan sempurnanya DPT hasil coklit akan membuat tahapan-tahapan pilkada lainnya di Palu berjalan lancar, tanpa hambatan dan berkualitas.

"Jumlah pemilih Kota Palu berdasarkan data model A.KWK (formulir daftar data pemilih) yang sudah mauk ke dalam aplikasi Sistem Daftar Pemilih (Sidalih) berjumlah 260.369 jiwa,"ujarnya.

Jumlah data tersebut berdasarkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kota Palu dalam Pilkada serentak tahun 2020 yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Idrus mengatakan warga yang masuk dalam daftar pemilih tidak perlu khawatir saat 699 PPDP melakukan coklit ke rumah masing-masing di tengah pandemi virus corona COVID-19 mulai 15 Juli sampai 13 Agustus nanti sebab seluruh PPDP dilengkapi dengan alat pelindung diri (ADP).

"Mereka turun melakukan coklit menggunakan pelindung wajah dan kaos tangan juga dilengkapi identitas diri, ban lengan dan rompi PPDP sehingga warga tidak perlu khawatir," tambahnya.

 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar