Rastra 2017 Di Sulteng Tersalur 100 Persen

id rastra

Arsip: Warga menerima penyaluran beras sejahtera (Rastra) di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (25/4). Penyaluran Rastra itu merupakan yang pertama kalinya di tahun 2017, terlambat karena pendataan kembali terhadap penerima program Rastra di Sulawesi Tengah. Antarasulteng.com/Mohamad Hamzah/17.

Palu,  (antarasulteng.com) - Penyaluran beras sejahtera (rastra) di Provinsi Sulawesi Tengah untuk pagu tahun 2017 yang ditetapkan pemerintah pusat untuk daerah itu hingga awal Desember sudah mencapai 100 persen.

Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Bahar Haruna di Palu, Minggu, membenarkan seluruh jatah rastra penerima beras subsidi di provinsi ini telah tersalurkan kepada masyarakat.

Ia mengatakan masyarakat penerima rastra di 13 kabupaten dan kota di Sulteng, semuanya sudah menerima rastra sampai dengan Desember 2017.

Tetapi untuk pembayaran rastra, Bahar mengaku masih banyak desa/kelurahan di Sulteng yang belum menyetor uang rastra kepada Bulog.

Karena itu, Bahar mengimbau kepada desa/kelurahan yang hingga kini belum juga menyelesaikan pembayaran rastra untuk segera melunasinya.

Penyaluran rastra di Sulteng selama ini, kata dia, berjalan lancar karena pemerintah dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota sangat memberikan perhatian besar terhadap program pangan bersubsidi tersebut.

Bulog menyalurkan beras sampai ke titik distribusi yang telah ditetapkan. Untuk distribusi kepada masyarakat menjadi tugas dan tanggung jawab pihak desa/kelurahan.

Bahar juga mengatakan semua beras yang disalurkan Bulog kepada rumah tangga sasaran (RTS) di Sulteng selama Januari-Desember 2017 merupakan hasil pengadaan lokal.

Beras yang disalurkan Bulog Sulteng adalah beras hasil pembelian dari petani lokal. "Bulog Sulteng selama 2017 ini tidak lagi mendatangkan beras dari luar," katanya.

Bahkan sebaliknya, Bulog Sulteng justru mengirim beras keluar daerah.

Rata-rata setiap bulannya, Bulog menyalurkan rastra di Sulteng sekitar 3.000-an ton.(skd)


Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar