Sepuluh dokter Unisa siap mengabdi di masyarakat

id unisa

Para dokter muda Unisa Palu menjalani Sumpah Doter di Palu, (Antarasulteng.com/Amad Hajiji)

Palu,  (Antaranews Sulteng) - Sebanyak sepuluh orang dokter alumni dari Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu siap mengabdi di masyarakat usai pengambilan sumpah dan janji dokter, yang dirangkaikan dengan pengambilan janji 21 orang dengan gelar sarjana kedokteran.

Kami juga sudah terakreditasi B, artinya merupakan Fakultas Kedokteran yang bernilai baik dan tentunya ini akan kami pertahankan dan akan ditingkatkan lagi ke depan," kata Dekan Fakultas Kedokteran Unisa, dr Mukramin Amran di Palu, "Kamis.

Kata dia, kegiatan pengambilan janji sarjana kedokteran periode XVIII diikuti 21 Sarjana Kedokteran yang resmi menyandang S.Ked. Sementara pengambilan sumpah dokter periode VII diikuti 10 orang yang resmi menyandang gelar dokter, di Palu, Rabu (4/7).

Menurut Mukramin, lulusan Unisa dan akreditasi B tersebut, merupakan salah satu hasil dari perbaikan struktur, administrasi, sarana dan prasarana yang dilakukan di Fakultas Kedokteran, maka saat ini sudah banyak mahasiswa yang bisa menyelesaikan studi tepat waktu, dengan hasil yang memuaskan.

Sebenarnya, kata dia, mengenai kuota, pihaknya bisa saja menerima mahasiswa baru sampai 100 orang atau lebih.

Namun sekarang ini maupun kedepannya, kami terfokus pada kualitas, bukan kuantitas saja. Dan sekarang terlihat lulusan-lulusan kami cukup handal di mata Dikti, kalau tidak salah di peringkat 29 di antara sekian banyak fakultas kedokteran yang ada. Jadi apa yang diisukan di luar itu tidaklah benar. Namun kita tetap akan berusaha sehingga isu-isu yang minor itu hilang dengan sendirinya,? jelas Mukramin.

Rektor Unisa, Dr Hamdan Rampadio kepada para alumni lulusan Unisa Palu, khususnya Fakultas Kedolteran, dia berpesan agar terus belajar sepanjang hayat (long live education).

Nabi berpesan tuntutlah ilmu dari ayunan sampai di liang lahat. Bahkan kalau mau professional nabi berpesan tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, ketika saat itu peradaban China sudah maju,? kata rektor.

Dia menekankan, para alumni jangan berpikir setelah jadi dokter lalu berhenti belajar. Menurutnya, jangan pernah berhenti mempelajari teori-teori kedokteran, mengingat jenis penyakit yang begitu cepat berkembang, bahkan kadang yang muncul belum ada literature di ilmu kedokteran yang bisa menanganinya.?

Untuk penyakit yang sampai saat ini masih belum ditemukan pengobatannya, tetapi dengan inovasi dan penelitian secara rutin, Insya Allah ada dokter yang bisa menemukan jenis obat yang bisa menyembuhkan penyakit itu, dan kita harap dia adalah alumni Universitas Alkhairaat,? jelas rektor.
 
Pewarta :
Editor : Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar