Menristekdikti Nasir mengaku "dibully" soal impor rektor

id Menteri nasir di undip

Menristekdikti Nasir mengaku "dibully" soal impor rektor

Menristekdikti Mohamad Nasir saat menghadiri pengambilan sumpah dokter baru Undip Semarang, Kamis. (ANTARA/I.C.Senjaya)

Saya hanya berpikir bagaimana perguruan tinggi di Indonesia bisa masuk kelas dunia, itu saja
Semarang (ANTARA) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengaku "dibully" selama beberapa pekan terakhir ini menyusul rencana pemerintah yang akan mendatangkan rektor asing.

"Saya hanya berpikir bagaimana perguruan tinggi di Indonesia bisa masuk kelas dunia, itu saja," kata Nasir saat menghadiri pengambilan sumpah dokter baru Universitas Diponegoro Semarang, Kamis.

Menurut dia, jika ingin perguruan tinggi maju maka kita harus berkolaborasi.

"Tanpa kerja sama dengan PT yang sudah kelas dunia tidak mungkin," tambahnya.

Ia menjelaskan wacana untuk menggunakan jasa rektor dari luar negeri sudah ada sejak 2016.

Ia mengakui penolakan atas wacana pada saat itu sangat luar biasa.

Oleh karena itu, ia mengharapkan adanya perubahan perguruan tinggi di Indonesia.

"PT di seluruh dunia ini berkolaborasi sudah biasa. Rektor asing sudah biasa," katanya.

Ia menyebut sejumlah negara seperti Singapura, Hongkong, serta Norwegia sudah melakukan hal tersebut.

"Beri kesempatan rektor asing, jangan ditutup," pungkasnya.

Baca juga: Menristekdikti: Perpres mobil listrik dorong target produksi mobil listrik 2022
Baca juga: Menristekdikti : usia pensiun peneliti menjadi 70 tahun


Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar